Opening Lead Yang Merepotkan

 
Pada Liga Bridge EIBC PLN bulan ke-4 Juli ini, kami menemukan sebuah papan menarik. Pada kondisi kita aman dan lawan bahaya, lawan sebelah kanan buka 1D precision, lawan sebelah kiri bid 1H. Opener kemudian rebid 1NT yang langsung yang dinaikkan ke game oleh lawan sebelah kiri (mungkin karena dia bahaya, dia gak invite). 
 
Kartu apa yang anda mainkan untuk memulai permainan dengan pegangan ♠ J73 ♥ KQ5 ♦ J108 ♣ A1093?
 
Noldy George yang duduk di Barat memulai permainan dengan sangat baik ♠3!?. Inilah kartu dummy dan deklerer.
 
♠ AKQ8
♥ J643
♦ 765
♣ J7
 
♠ 109
♥ A105
♦ KQ432 
♣ K85
 
Jika anda sebagai deklerer apa yang anda lakukan?
Ada deklerer yang melakukan finesse spade pada trik pertama dengan cara bermain kecil dari dummy. Ada juga yang menang di meja dan main diamond.
Cara mana yang anda pilih?
 
Bagi yang bermain kecil dari meja, ternyata ♠ 10 anda menang karena Timur juga bermain kecil.
Apa langkah selanjutnya?

Good Play But Not Good Score

 
Dalam sebuah latihan dengan sistem penilaian top botoom beberapa tahun lalu di Bandung. Kami harus menyelesaikan game 4S berikut setelah melalui penawaran:
1D(U)-pass-1S-pass-2S-pass-4S semua pass.
 
♠Kxxx
♥Kxxx
♦J10

♣KJ10x
 
♠AQxx
♥8x
♦A843

♣A43
 
Barat memulai permainan dengan ♥3, bagaimana rencana anda?
 
Setelah berpikir sejenak, deklerer kemudian main ♥x dari dummy. Timur menang dengan ♥Q dan kemudian cash ♥A.
Pada trik ke-3, Timur beralih ke ♦2.
Bagaimana rencana anda?
 
Dari cara defense Timur, kelihatannya dia pegang doubleton heart dan mencari penangkap ke partnernya untuk ruff heart. Namun semua situasi terjaga baik sehingga aman bagi deklerer untuk bermain kecil.
 
Barat menang dengan ♦K dan pada trik ke-4 kembali ♦7, dan deklerer memenangkan ♦Q timur dengan ♦A..
 
Bagaimana rencana anda selanjutnya? Continue reading “Good Play But Not Good Score”

Problem Bidding

 
Pada sebuah latihan, kami mendapatkan pegangan sbb: ♠ AKQJ1043 ♥ void ♦ A654 ♣J3 dan mendengar partner membuka penawaran dengan 1H. Apa yang ada dalam pikiran anda?
 
Sesuai dengan teori bidding, ketika partner membuka penawaran kita harus bisa memperkirakan pada zona apa kontrak minimal akan berakhir, part score kah, game, slam atau malah grand slam.
 
Hampir semua kita mengetahui bahwa ada beberapa magic number dalam bridge yakni 25, 29, 33 dan 37. Bilangan tersebut adalah patokan baku jumlah HCP untuk suatu kontrak. 25 adalah kontrak game di NT atau major, 29 game di minor, 33 slam dan 37 grandslam. Pengalaman mengatakan bahwa magic number hanya berlaku pada pegangan balans dan tidak berlaku jika pegangan anda tidak seimbang. Dengan HCP yang lebih sedikit kontrak lebih tinggi kadang bisa dicapai.
 
Dengan janjian sistem precision 1H (11-17), anda dan pasangan berada pada zona game, bahkan mungkin slam karena kartu anda yang tidak seimbang. 
 
Misalkan penawaran berlangsung sbb:
Anda      Partner
              1H
1S          2D
3C 1)     3D
 
Tawaran 3C adalah game forcing yang memaksa partner agar penawaran tidak boleh berhenti sebelum game dicapai.  
 
Tawaran 3D partner menyatakan pegang 5-5 di warna merah, dan pastinya minimum, jika tidak partner pasti sudah loncat dari tadi.
 
Apa langkah anda selanjutnya?
Fit sudah ditemukan, tetapi apakah anda ingin main di D atau spade?
 
Apa yang anda bid berikutnya? 3S atau 4D?
Misalnya anda bid 3S, yang menyatakan saya mau main di spade dan ada peluang slam. Jika tidak ada peluang slam kan anda akan langsung tutup 4S.
 
Atas tawaran 3S anda partner bid 4S.
Apa yang ada dipikiran anda?
Wow… partner pegang 2 kartu spade, atau 2551. Kontrak 6S rasanya aman. Dengan singleton club, paling jelek anda harus finesse diamond. Atau malah mungkin grandslam. Eksplorasi pun dimulai.
 
Tetapi tunggu dulu, apa betul partner singleton club?
Apa yang di bid partner bila dia pegang kartu berikut ini:
♠x AKQxx Kxxxx ♣Qx
♠x KQJxxx KQJxx ♣xx 
 
Saya pikir dengan terpaksa parner akan mendukung spade karena ketiadaan stopper club. Jadi tawaran dukungan langsung ke 4S disini bisa jadi hanya selembar!!!
 
Terus kalo atas 3S, partner bid 4C apa artinya? Continue reading “Problem Bidding”

Memori Indah 2002

Tulisan berikut adalah memori yang indah bagi kami anggota Geologi Bandung yang berhasil mempersembahkan juara antar klub di Palembang tahun 2002 lalu. Tahun itu memang tahunnya Geologi karena pada ajang Antar Klub Asean di tahun itu Geologi juga merebut mahkota juara.

Pertama adalah ulasan dari buletin yang terbit sore itu, yang cukup singkat dan padat.

GEOLOGI MENCATAT SEJARAH

Diambil dari :

Buletin Kejurnas 2002, Minggu pagi, 14 Juli 2002

Tim Penyusun : Bert Toar Polii dkk.

 

Regu Geologi Bandung mencatat sejarah dengan menorehkan namanya menjadi juara Kejurnas Antar Klub setelah di final berhasil menundukkan Patimura Bridge Club. Kemenangan Geologi Bridge Club terasa indah karena dalam perjalanan merebut tangga juara mereka berhasil menundukkan dua tim favorit juara, yaitu Prasetya Sulut dan Patimura Jakarta.

Klub dibawah pimpinan Wimpy S. Tjetjep yang mengutamakan pembinaan jangka panjang bukan prestasi “artificial” atau prestasi jangka pendek kini mulai menuai hasilnya. Klub yang eksis berkat loyalitas tinggi dari anggotanya kini telah mencatatkan diri sebagai salah satu klub bridge yang harus diperhitungkan. Kemenangan klub ini juga tidak lepas dari penampilan gemilang sang komandan yang juga Dirjen Geologi dan Sumber  Daya Mineral. Bersama Ajat Abdurojak, Wimpy S Tjetjep menjadi “goalgetter” baik saat melawan Prasetya Sulut maupun Patimura.

Berikutnya adalah tulisan profil pemain Geologi yang dimuat di Buletin Bridge Jabar edisi Agustus 2002 

 

Profil Pemain Geologi

Juara Kejurnas Antar Klub 2002

 

Tahun 2002 adalah tahun prestasi bridge Jawa Barat umumnya dan Geologi khususnya ketika klub ini berhasil membuat prestasi fenomenal menjadi juara Nasional antar klub tahun 2002 yang berlangsung di Palembang sejak 10 hingga 14 Juli lalu.

Dari catatan sejarah sejak berdirinya Gabsi, baru kali ini lah klub di bawah naungan Pengda Gabsi Jawa Barat berhasil memboyong juara Nasional antar klub, suatu kejuaran paling bergengsi di tanah air. Selama ini klub-klub Jawa Barat selalu tersandung di babak semifinal, dan paling-paling hanya menjadi juara ketiga.

Kemenangan Geologi kali ini sangat mengagumkan dengan berhasil menyisihkan dua klub tangguh, yaitu Prasetya Sulut, beberapa kali juara Nasional yang diperkuat oleh andalan Indonesia, Hengky Lasut dan Eddy Manoppo di babak semifinal dan.Pattimura Jakarta, yang juga merupakan beberapa kali juara antar klub  nasional di babak final.  

Bila menilik hasil yang dicapai oleh Geologi sejak babak enam belas besar, maka kita harus kagum. Semua lawan dibabat habis dengan selisih paling kurang 25 imp. Dolphin Jakarta di babak 16 besar dikalahkan Geologi dengan selisih lebih dari 50 imp hanya dalam 16 papan, Unocal Kaltim di babak 8 besar juga ditekuk dengan selisih 30 imp dari 20 papan.  Di babak semifinal Prasetya Sulut dikalahkan dengan 25 imp dari 20 papan dan di final Pattimura Jakarta juga dihantam Geologi dengan selisih 37 imp dari 24 papan.

Untuk merayakan kemenangan kali ini, kali ingin menampilkan profil pemain Geologi yang ikut berlaga di Kejurnas kali ini.

 

1. Dr. Wimpy S. Tjetjep.

Semua pemain Jawa Barat, pasti kenal dengan yang satu ini. Kendati sibuk dengan pekerjaannya sebagai Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral (GSDM), pak Wimpy, ketua Pengda Gabsi Jabar, masih menyempatkan diri untuk datang ke Palembang. Kelebihan utama pak Wimpy adalah semangatnya yang menyala-nyala dan tidak takut siapapun lawan yang akan dihadapi. Dalam penentuan pemain dalam babak semifinal, pak Wimpy mencocokkan karakter pemain kita dengan pemain lawan. Pak Wimpy sendiri memilih duduk satu tirai dengan Eddy Manoppo. Dengan kocekan-kocekan dalam penawaran pak Wimpy berhasil mencuri dua game dari pasangan andalan Indonesia ini sehingga pada setengah session pertama, kita telah unggul 18 imp. Untuk melihat kepiawaian pak Wimpy, berikut satu partai dari Palembang ketika si Boss menjadi deklerer pada kontrak 4H.

 

                        UTARA

                        ♠  876

                        ♥ K932

                        ♦ J4

                        ♣ A987

 

                        ♠  AK92

                        ♥  J1065

                        ♦  KQ3

                        ♣  K5

 

Menerima lead club, pak Wimpy sebagai deklerer tidak pernah mencabut truf sekalipun! Setelah memaksa A, pak Wimpy kemudian melakukan cross ruff, dan kontrak dengan pasti dipenuhi.

 

2. Adjat Abdurodjak

 

Adjat adalah pemain PON Jawa Barat tahun 2000. Selama di Palembang dia bergonta-ganti pasangan dengan Parpar Priatna dan Syahrial Ali. Sewaktu pak Wimpy datang, pemain ini sudah tidak bisa istirahat karena dia adalah partner tetap pak Wimpy. Adjat terkenal dengan penawarannya yang agresif dan skill individu yang tinggi. Mari perhatikan satu analisa yang tajam dari Adjat pada kontrak 3NT berikut ini:

Dealer West, Vuln: None

                        ♠  AQ754

                        ♥  987

                        ♦  K3

                        ♣  872

 

                        ♠  K93

                        ♥  J63

                        ♦  AQ10

                        ♣  KJ53

 

Pada tangan ketiga Timur buka dengan 3D, Adjat di Selatan memilih pass. Pak Wimpy di Utara melakukan balancing dengan 3S. Adjat dengan tepat memilih menawar 3NT dari pada 4S. Barat lead Club, dan setelah memenangkan ♣Q Timur dengan King, Ajat kemudian cash ♠K dan ketika Timur jatuh ♠10, Adjat pada trik berikutnya melakukan double finesse ♠J Barat dan mengantongi 9 trik. Ketika ditanyakan kenapa dia bermain demikian, berikut alasannya. Timur pre-emptive dengan hanya kepala Jack, maka diyakini Timur pegang 7 lembar diamond. Dan sesuai aturan restricted choice dan juga vacant places, maka Barat lebih berpeluang pegang ♠J dari pada Timur. Selamat buat Adjat. Yang lebih mengagumkan lagi, di meja sebelah kontrak kontrak 3D pada arah Timur-Barat.berhasil diselesaikan dengan baik.

 

3. Ong Keng Hien

 

Mantan pemain Nasional ini tentunya tidak lagi diragukan kemampuannya. Sejak tahun 2002 ini membina pasangan dengan Very Pangkerego. Prestasi mereka adalah menjuarai selekda untuk pembentukan tim Pengda ke kejuaraan antar propinsi dengan selisih yang cukup signifikan.  Keng Hien pernah menjadi juara Nasional pasangan terbuka Nasional pada tahun 1989 bersama dengan Dadan Waradia. Berikut salah satu papan menarik yang memperlihatkan kemampuan Keng Hien.

                        ♠  9542

                        ♥  J10

                        ♦  QJ105

                        ♣  J72

 

                        ♠  KQ83

                        ♥ A6

                        ♦  K432

                        ♣  KQ53

 

Continue reading “Memori Indah 2002”

Guard Squeeze

Pada Liga Bridge EIBC PLN Juni lalu ada sebuah papan yang menarik. Ada dua hal yang menarik dari papan ini. Pertama, papan ini sebetulnya adalah sebuah papan untuk percentage play. Anda harus memilih jalan terbaik dalam menyelamatan kontrak ini.
 
Penawaran berlangsung sbb:
1C 1S X 2S
3H p 4H p
apa yang akan anda bid dengan pegangan ♠ – ♥ AJ1098x ♦A8 ♣AKQxx
 
Di meja kami, ada upaya untuk bid 7 dengan menanyakan kualitas trump responder. Mengetahui responder hanya punya 3 kartu support dengan K tanpa Q, opener pun menutup kontrak slam 6H.
 
Barat membuka permainan dengan ♠2, inilah kartu dummy dan anda.
 
Kontrak 6H, lead S2
 
♠ 98765
♥ K64
♦ K103
♣ 65
 
♠ –
♥ AJ1098x
♦ A8
♣ AKQ94
 
Setelah kami cek, tidak ada yang menawar sampai ke grand slam, mungkin karena kehilangan sang nyonya.
Atas kontrak 6H, variasi lead barat adalah ♠2 atau ♣J.
 
Bagaimanakah cara memainkan kontrak ini dengan prosentase paling tinggi?

Memahami Persoalan Deklerer

 
 
Dalam pertahanan kita harus meng-counter rencana deklerer. Jika deklerer berencana memanfaatkan trufnya untuk meneruf loser-nya di suatu tangan, kita counter dengan menyerang truf. Jika dia ingin membebaskan suatu warna misalnya, kita serang penangkapnya sehingga warna yang sudah bebas tidak bisa diuangkan.
 
Dalam sebuah latihan anda dihadapkan pada persoalan defense berikut ini:
 
Penawaran berlangsung sbb:
Selatan Barat Utara    Anda
1H        pass   1NT*   pass
2D        pass   4H       semua pass.
 
*(5+S, F)
Partner anda mulai dengan ♦2 (3/5) dan inilah kartu dummy dan anda.
 
Dummy
♠ AQJxxx
♥ 965 
♦ 3
♣ A762
 
                Anda
               ♠ 1082
               ♥ 1087
               ♦ AQJ8x
               ♣ 83
 
Bagaimana rencana defense anda?
Apakah partner lead dari 3 atau 5 kartu?
Apakah partner lead under King atau dari 3 kartu kecil?
Banyak pertanyaan membuncah dalam pikiran anda, namun tidak semua bisa dijawab saat ini.
 
Deklerer kemudian siap melanjutkan permainan dan anda pun menang dengan ♦ A atas kartu pembuka partner.
 

Black Out Defense

Ketegangan atau kelelahan dalam bermain bridge kadang kala membuat kita berbuat salah yang fatal. Analisa tidak jalan dan bermain terburu-buru kendati sebetulnya waktu yang tersedia masih lama.

Baru-baru ini pada sesi terakhir Diaspora Cup, consolation round dari Walikota Surabaya, pasangan kami memimpin jauh hingga sesi ke-5 dari total 6 sesi dan hanya butuh losing draw untuk menjadi juara.

Tibalah papan berikut ini, dan penawaran berlangsung sbb:
LHO Partner RHO  Anda
1D   1S        X       pass
2D   pass     3S      pass
3NT pass     pass   pass

Partner keluar dengan 2 dan kartu dummy dibuka,

♠ 6
♥ KJ43
♦ KQxxx

♣ K76

Anda
♠104
♥A9865
♦ 87

♣AQ82

Bagaimana rencana defense anda?

Setelah berpikir sejenak, deklerer kemudian main heart kecil dari dummy, kartu apa yang anda mainkan di Timur?

Entah apa yang ada dalam pikiran, deklerer pegang 10 atau Q selembar, akhirnya saya taroh A di Timur dan deklerer buang club. Partner pun ngerocos, kok saya main aneh begini. Kalo dihitung 4th best, kan deklerer pasti void? Dia mungkin lupa bahwa lead juga bisa dari 3 kartu, dan permainan sebetulnya belum berakhir, kecuali deklerer tahu distribusi diluar.

Setelah kecewa dengan defense yang salah ini, saya kemudian kembali ♠10. Deklerer main ♠Q dan partner menang dengan ♠K. Partner kemudian kembali ♣10, deklerer kecil, dan saya menang dengan ♣Q. Lanjutan ♠4 saya dimenangkan deklerer dengan ♠A, selanjutnya?

Continue reading “Black Out Defense”

Card Placement

 
Baik ketika kita menjadi deklerer maupun sebagai defender kita sering berasumsi tentang posisi kartu tertentu agar kontrak bisa diselamatkan atau digugurkan, atau dikenal sebagai card placement atau card reading.  Penempatan kartu ini bisa diketahui dari informasi yang didapat dari jalannya penawaran dan jalannya permainan.
 
Noldy George, pemain nasional dari Jawa Barat memperlihatkan kemampuannya dalam card reading sehingga dia bisa menyelesaikan kontrak berikut ini dengan baik. Partai ini terjadi pada sesi ke-5 babak kualifikasi antar Propinsi Klas A pada Kejuaraan Bridge Nasional ke 54 yang berlangsung di Lubuk Linggau Sumatera Selatan Rabu minggu lalu. 
 
Menggunakan penawaran sistem precision dengan weak notrump, Noldy harus menjadi deklerer kontrak 3C dengan gangguan tawaran di warna heart dari lawan.
 
Dummy
♠ QJ102
♥ A9
♦ K86
♣ AQ43
 
Deklerer
♠ 76
♥ K108
♦ J943
♣ 10965
 
Atas 1C dari Utara, Noldy di Selatan bid 1D, negatif, Barat masuk 1H yang di pass Utara (15-17 balans), Timur menaikkan tawaran ke 2H. Noldy pass, demikian juga Barat. Utara re-open dengan x, dan Noldy pun menawar 3C.
 
Dari jalannya bidding seharusnya Utara yang menjadi deklerer, namun Barat keburu lead dan kartu dummy pun dibuka, operator viewgraph memberitahu ada kesalahan. Direktur pertandingan pun dipanggil, tetapi karena dummy sudah dibuka permainan tetap dilanjutkan dengan Selatan yang menjadi deklerer.
 
Atas lead lead 2 dari Barat, Noldy menang dengan A dan langsung memainkan Q.
Barat menang dengan A dan kembali dengan 5.
 
Bagaimana selanjutnya?

Beragam Pilihan, Hanya Satu yang Membawa Sukses

 
Pada babak semifinal pertama Antar Propinsi Klas A pada Kejurnas Lubuk Linggau 9-17 May 2016, terdapat sebuah papan yang memungkinkan deklerer memenuhi kontrak slamnya. Pilihan cara main yang tepat akan membawa deklerer ke jalan yang sukses.
 
Tanpa gangguan lawan dicapailah kontrak slam 6C berikut ini:
Posisi kartu diputar sedemikian rupa untuk kenyaman pembaca.
 
♠ Q87
 QJ654
 AK7
♣ 102
 
♠ A5
 A2
 Q108
♣ AKQ984
 
Beragam bidding ditemukan, misalnya Utara buka 1H dengan forcing sana sini, akhirnya Selatan mendarat pada kontrak 6C. Tetapi ada juga yang gaya tembak langsung, atas pembukaan 1NT (weak) dari Utara, Selatan tembak langsung ke 6C.
 
Lead spade atau diamond, kebanyakan kontrak akan gagal. Atas lead diamond, Deklerer menang di tangan dan mainkan 2 kali truf, ketika Timur memegang ♣J7, kontrak sudah tidak bisa diselamatkan karena Barat pegang K.
 
Atas lead spade, deklerer akan memainkan ♠Q dari meja dan menang. Apakah deklerer finesse heart atau memainkan truf, kontrak akan mati (kecuali finesse truf).
 
Sementara lead truf akan langsung menyelamatkan kontrak. Bagaimana dengan lead heart. Inilah yang dialami oleh beberapa deklerer seperti Taufik (DKI) dan Giovani (Sulut).
 
Menang dengan Q, deklerer kemudian memainkan ♣10 dari meja, tapi Timur main kecil dan deklerer tetap memainkan ♣A dan kemudian ♣K serta menyadari ada masalah di warna truf.