Percentage Play dari Arena Seleknas Girls

Jawara babak kualifikasi Seleksi Nasional Penentuan Peringkat untuk Girls adalah Pasangan Dwi Agustine/Hanie Faizah dari Unsri Palembang. Redaksi sempat menonton pasangan ini pada beberapa papan dengan penguasaan teknik bidding dan deklerer yang baik.
 
Pada papan berikut ini di sesi ke 7 babak semifinal, Faizah berhasil membawakan kontrak 3NT dengan baik, yang sebetulnya mengandung banyak pelajaran berharga.
 
Mari kita simak.
Memegang ♠72 ♥QJ3 ♦K10 ♣QJ7653
 
Lawan sebelah kiri sebagai dealer membuka penawaran dengan 1D, partner melakukan take out double. Lawan sebelah kanan pass, dan Faizah melakukan tawaran invitasi ke 3C. Sebuah pengetahuan yang baik tentang take out double. Lawan sebelah kiri pass, dan partner Dwi Agustine menawar 3S (5+ Spade) dan mempersilah partner memilih kontrak game terbaik. Faizah pun menawar 3NT pada sisi yang tepat.
 
Lawan memulai permainan dengan 9 (4th best), bukan yang terbaik tentunya dengan pegangan AQJ98. Para ahli akan memilih lead Q atau I pada pegangan seperti ini.
 
Inilah kartu partner dan anda selengkapnya.
 
Kontrak 3NT opening lead D9.
 
♠ AKQ85
♥ A65
♦ 65
♣ A109
 
♠ 72
♥ QJ3
♦ K10
♣ QJ7653
 
Atas 9, lawan sebelah kanan memainkan 3 pada trik pertama.
Bagaimana selanjutnya?

Bridge Professional, Memang Menggiurkan!!!

Pada tulisan terdahulu, Bridge Professional, Bagaimana dengan Pemain Indonesia,  telah dituliskan bahwa penghasilan para pemain bridge pro adalah 6 digit mata uang dollar amerika dalam setahunnya. Angka ini jauh lebih baik dari para engineer atau programmer di negara Paman Sam sana. Akibatnya Bridge Pro telah menarik minat para pakar dari bidang lain. Contoh paling anyar adalah Player of the year ACBL 2015 Cedric Lorenzini dari France. Pemegang gelar doktor dalam bidang Kimia Polymer ini lebih memilih berkiprah di dunia bridge pro dari pada mengandalkan gelar S3-nya.

Di samping uang saku yang besar, para pemain bridge pro juga menikmati tinggal di hotel berbintang, diangkut dengan jets pribadi dan menikmati makanan yang mahal serta bersosialisasi dengan orang-orang berduit. Tentunya bonus menanti jika berprestasi. Jelas sekali menjadi pemain bridge professional memang menggiurkan.

Sama seperti pengacara, bayaran pemain bridge pro ditentukan oleh:

Continue reading “Bridge Professional, Memang Menggiurkan!!!”

Tawaran Yang Menyesatkan

Dalam latihan tim Jabar kemaren, ada kasus menarik berikut ini. Memegang kartu 
♠ AJ109xxx 
♥ void
♦ Q93

♣ QJ7
 
dengan posisi kita bahaya lawan aman, lawan sebelah kiri membuka penawaran dengan 1H, partner pass, lawan sebelah kanan 2H?!. Apa yang anda bid? Beberapa pemain bid 3S atau 4S. Kontrak akan berakhir game karena partnernya akan menaikkannya ke game. Oh ya, informasi berikut ini mungkin berguna, Timur berpikir agak lama sebelum akhirnya menerima tawaran 4S.
 
Lawan sebelah kiri memulai permainan dengan lead 5 dan inilah kartu dummy dan juga kartu anda.
♠ 7  
 9732
 A842
♣ A832
 
♠ AJ109xxx 
♥ void
♦ Q93
♣ QJ7

 
Timur memainkan trik pertama dengan A yang anda ruff.

Partner, Saya Sudah Memilih Kontrak Terbaik

Dalam sebuah latihan dengan penilaian imp, anda memegang kartu berikut ini:
♠ Q76
♥ KQ6
♦ void
♣ A987654
 
dan mendengar partner membuka penawaran dengan 1H dengan sistem penawaran presisi.
Apa yang anda lakukan dan bayangan apa yang ada dalam pikiran anda tentang kontrak akhir?
 
Bagi saya kontrak minimal berhenti di level game karena telah ditemukan fit major. Tentunya ada kemungkinan slam jika kartu kuncinya nyambung.
 
Saya pun merespon 2C atau 1H partner. Partner kemudian rebid 2D, apa selanjutnya?
Beberapa pasangan membuat tawaran first suit forcing dengan 2H dan mendapat jawaban yang mengenakan sekali 2S yang berarti pendek spade. Jadi pegangan partner adalah 1543. Wow, fit club ditemukan.
 

Bridge Professional, Bagaimana dengan Pemain Indonesia?

 

Menjadi pemain bridge professional sudah bisa dijadikan sebagai aktifitas yang menghasilkan uang (pekerjaan tetap), tetapi baru di dunia barat sana, khususnya Amerika dan Eropa. Mereka hidup mewah dengan penghasilan yang menggiurkan bukan hanya untuk ukuran Indonesia tetapi juga untuk kehidupan di Eropa dan Amerika. Menurut Bob Hamman para pemain bridge top dunia berpenghasilan antara US$200,000 – US$500,000 per tahunnya. Sebagai gambaran, seorang software developer di negeri Paman Sam hanya digaji sekitar US$96,000, Civil engineer sekitar US$90,00 dan Computer programmer hanya US$80,000 per tahun. Jadi hidup sebagai pemain bridge professional adalah hidup yang makmur.
 
Uang saku pemain bridge professional ini bukan didapatkan dari hadiah turnamen melainkan dari sponsor yang membiayai mereka. Uang saku para pemain ini tergantung dari banyak hal, diantaranya master point pemainnya, serta gengsi turnamen yang diikuti. Untuk kejuaraan kecil, uang saku juga kecil tetapi jika turnamen akbar seperti Kejuaraan Nasional Amerika misalnya para pemain akan mendapatkan uang saku yang tidak sedikit. Bonus akan diberikan, jika berprestasi. Singkatnya pemain bridge profesional tidak serta merta diberi uang saku yang tinggi tanpa memperlihatkan prestasi mereka.