Card Placement

 
Baik ketika kita menjadi deklerer maupun sebagai defender kita sering berasumsi tentang posisi kartu tertentu agar kontrak bisa diselamatkan atau digugurkan, atau dikenal sebagai card placement atau card reading.  Penempatan kartu ini bisa diketahui dari informasi yang didapat dari jalannya penawaran dan jalannya permainan.
 
Noldy George, pemain nasional dari Jawa Barat memperlihatkan kemampuannya dalam card reading sehingga dia bisa menyelesaikan kontrak berikut ini dengan baik. Partai ini terjadi pada sesi ke-5 babak kualifikasi antar Propinsi Klas A pada Kejuaraan Bridge Nasional ke 54 yang berlangsung di Lubuk Linggau Sumatera Selatan Rabu minggu lalu. 
 
Menggunakan penawaran sistem precision dengan weak notrump, Noldy harus menjadi deklerer kontrak 3C dengan gangguan tawaran di warna heart dari lawan.
 
Dummy
♠ QJ102
♥ A9
♦ K86
♣ AQ43
 
Deklerer
♠ 76
♥ K108
♦ J943
♣ 10965
 
Atas 1C dari Utara, Noldy di Selatan bid 1D, negatif, Barat masuk 1H yang di pass Utara (15-17 balans), Timur menaikkan tawaran ke 2H. Noldy pass, demikian juga Barat. Utara re-open dengan x, dan Noldy pun menawar 3C.
 
Dari jalannya bidding seharusnya Utara yang menjadi deklerer, namun Barat keburu lead dan kartu dummy pun dibuka, operator viewgraph memberitahu ada kesalahan. Direktur pertandingan pun dipanggil, tetapi karena dummy sudah dibuka permainan tetap dilanjutkan dengan Selatan yang menjadi deklerer.
 
Atas lead lead 2 dari Barat, Noldy menang dengan A dan langsung memainkan Q.
Barat menang dengan A dan kembali dengan 5.
 
Bagaimana selanjutnya?

Beragam Pilihan, Hanya Satu yang Membawa Sukses

 
Pada babak semifinal pertama Antar Propinsi Klas A pada Kejurnas Lubuk Linggau 9-17 May 2016, terdapat sebuah papan yang memungkinkan deklerer memenuhi kontrak slamnya. Pilihan cara main yang tepat akan membawa deklerer ke jalan yang sukses.
 
Tanpa gangguan lawan dicapailah kontrak slam 6C berikut ini:
Posisi kartu diputar sedemikian rupa untuk kenyaman pembaca.
 
♠ Q87
 QJ654
 AK7
♣ 102
 
♠ A5
 A2
 Q108
♣ AKQ984
 
Beragam bidding ditemukan, misalnya Utara buka 1H dengan forcing sana sini, akhirnya Selatan mendarat pada kontrak 6C. Tetapi ada juga yang gaya tembak langsung, atas pembukaan 1NT (weak) dari Utara, Selatan tembak langsung ke 6C.
 
Lead spade atau diamond, kebanyakan kontrak akan gagal. Atas lead diamond, Deklerer menang di tangan dan mainkan 2 kali truf, ketika Timur memegang ♣J7, kontrak sudah tidak bisa diselamatkan karena Barat pegang K.
 
Atas lead spade, deklerer akan memainkan ♠Q dari meja dan menang. Apakah deklerer finesse heart atau memainkan truf, kontrak akan mati (kecuali finesse truf).
 
Sementara lead truf akan langsung menyelamatkan kontrak. Bagaimana dengan lead heart. Inilah yang dialami oleh beberapa deklerer seperti Taufik (DKI) dan Giovani (Sulut).
 
Menang dengan Q, deklerer kemudian memainkan ♣10 dari meja, tapi Timur main kecil dan deklerer tetap memainkan ♣A dan kemudian ♣K serta menyadari ada masalah di warna truf.