Memori Indah 2002

Tulisan berikut adalah memori yang indah bagi kami anggota Geologi Bandung yang berhasil mempersembahkan juara antar klub di Palembang tahun 2002 lalu. Tahun itu memang tahunnya Geologi karena pada ajang Antar Klub Asean di tahun itu Geologi juga merebut mahkota juara.

Pertama adalah ulasan dari buletin yang terbit sore itu, yang cukup singkat dan padat.

GEOLOGI MENCATAT SEJARAH

Diambil dari :

Buletin Kejurnas 2002, Minggu pagi, 14 Juli 2002

Tim Penyusun : Bert Toar Polii dkk.

 

Regu Geologi Bandung mencatat sejarah dengan menorehkan namanya menjadi juara Kejurnas Antar Klub setelah di final berhasil menundukkan Patimura Bridge Club. Kemenangan Geologi Bridge Club terasa indah karena dalam perjalanan merebut tangga juara mereka berhasil menundukkan dua tim favorit juara, yaitu Prasetya Sulut dan Patimura Jakarta.

Klub dibawah pimpinan Wimpy S. Tjetjep yang mengutamakan pembinaan jangka panjang bukan prestasi “artificial” atau prestasi jangka pendek kini mulai menuai hasilnya. Klub yang eksis berkat loyalitas tinggi dari anggotanya kini telah mencatatkan diri sebagai salah satu klub bridge yang harus diperhitungkan. Kemenangan klub ini juga tidak lepas dari penampilan gemilang sang komandan yang juga Dirjen Geologi dan Sumber  Daya Mineral. Bersama Ajat Abdurojak, Wimpy S Tjetjep menjadi “goalgetter” baik saat melawan Prasetya Sulut maupun Patimura.

Berikutnya adalah tulisan profil pemain Geologi yang dimuat di Buletin Bridge Jabar edisi Agustus 2002 

 

Profil Pemain Geologi

Juara Kejurnas Antar Klub 2002

 

Tahun 2002 adalah tahun prestasi bridge Jawa Barat umumnya dan Geologi khususnya ketika klub ini berhasil membuat prestasi fenomenal menjadi juara Nasional antar klub tahun 2002 yang berlangsung di Palembang sejak 10 hingga 14 Juli lalu.

Dari catatan sejarah sejak berdirinya Gabsi, baru kali ini lah klub di bawah naungan Pengda Gabsi Jawa Barat berhasil memboyong juara Nasional antar klub, suatu kejuaran paling bergengsi di tanah air. Selama ini klub-klub Jawa Barat selalu tersandung di babak semifinal, dan paling-paling hanya menjadi juara ketiga.

Kemenangan Geologi kali ini sangat mengagumkan dengan berhasil menyisihkan dua klub tangguh, yaitu Prasetya Sulut, beberapa kali juara Nasional yang diperkuat oleh andalan Indonesia, Hengky Lasut dan Eddy Manoppo di babak semifinal dan.Pattimura Jakarta, yang juga merupakan beberapa kali juara antar klub  nasional di babak final.  

Bila menilik hasil yang dicapai oleh Geologi sejak babak enam belas besar, maka kita harus kagum. Semua lawan dibabat habis dengan selisih paling kurang 25 imp. Dolphin Jakarta di babak 16 besar dikalahkan Geologi dengan selisih lebih dari 50 imp hanya dalam 16 papan, Unocal Kaltim di babak 8 besar juga ditekuk dengan selisih 30 imp dari 20 papan.  Di babak semifinal Prasetya Sulut dikalahkan dengan 25 imp dari 20 papan dan di final Pattimura Jakarta juga dihantam Geologi dengan selisih 37 imp dari 24 papan.

Untuk merayakan kemenangan kali ini, kali ingin menampilkan profil pemain Geologi yang ikut berlaga di Kejurnas kali ini.

 

1. Dr. Wimpy S. Tjetjep.

Semua pemain Jawa Barat, pasti kenal dengan yang satu ini. Kendati sibuk dengan pekerjaannya sebagai Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral (GSDM), pak Wimpy, ketua Pengda Gabsi Jabar, masih menyempatkan diri untuk datang ke Palembang. Kelebihan utama pak Wimpy adalah semangatnya yang menyala-nyala dan tidak takut siapapun lawan yang akan dihadapi. Dalam penentuan pemain dalam babak semifinal, pak Wimpy mencocokkan karakter pemain kita dengan pemain lawan. Pak Wimpy sendiri memilih duduk satu tirai dengan Eddy Manoppo. Dengan kocekan-kocekan dalam penawaran pak Wimpy berhasil mencuri dua game dari pasangan andalan Indonesia ini sehingga pada setengah session pertama, kita telah unggul 18 imp. Untuk melihat kepiawaian pak Wimpy, berikut satu partai dari Palembang ketika si Boss menjadi deklerer pada kontrak 4H.

 

                        UTARA

                        ♠  876

                        ♥ K932

                        ♦ J4

                        ♣ A987

 

                        ♠  AK92

                        ♥  J1065

                        ♦  KQ3

                        ♣  K5

 

Menerima lead club, pak Wimpy sebagai deklerer tidak pernah mencabut truf sekalipun! Setelah memaksa A, pak Wimpy kemudian melakukan cross ruff, dan kontrak dengan pasti dipenuhi.

 

2. Adjat Abdurodjak

 

Adjat adalah pemain PON Jawa Barat tahun 2000. Selama di Palembang dia bergonta-ganti pasangan dengan Parpar Priatna dan Syahrial Ali. Sewaktu pak Wimpy datang, pemain ini sudah tidak bisa istirahat karena dia adalah partner tetap pak Wimpy. Adjat terkenal dengan penawarannya yang agresif dan skill individu yang tinggi. Mari perhatikan satu analisa yang tajam dari Adjat pada kontrak 3NT berikut ini:

Dealer West, Vuln: None

                        ♠  AQ754

                        ♥  987

                        ♦  K3

                        ♣  872

 

                        ♠  K93

                        ♥  J63

                        ♦  AQ10

                        ♣  KJ53

 

Pada tangan ketiga Timur buka dengan 3D, Adjat di Selatan memilih pass. Pak Wimpy di Utara melakukan balancing dengan 3S. Adjat dengan tepat memilih menawar 3NT dari pada 4S. Barat lead Club, dan setelah memenangkan ♣Q Timur dengan King, Ajat kemudian cash ♠K dan ketika Timur jatuh ♠10, Adjat pada trik berikutnya melakukan double finesse ♠J Barat dan mengantongi 9 trik. Ketika ditanyakan kenapa dia bermain demikian, berikut alasannya. Timur pre-emptive dengan hanya kepala Jack, maka diyakini Timur pegang 7 lembar diamond. Dan sesuai aturan restricted choice dan juga vacant places, maka Barat lebih berpeluang pegang ♠J dari pada Timur. Selamat buat Adjat. Yang lebih mengagumkan lagi, di meja sebelah kontrak kontrak 3D pada arah Timur-Barat.berhasil diselesaikan dengan baik.

 

3. Ong Keng Hien

 

Mantan pemain Nasional ini tentunya tidak lagi diragukan kemampuannya. Sejak tahun 2002 ini membina pasangan dengan Very Pangkerego. Prestasi mereka adalah menjuarai selekda untuk pembentukan tim Pengda ke kejuaraan antar propinsi dengan selisih yang cukup signifikan.  Keng Hien pernah menjadi juara Nasional pasangan terbuka Nasional pada tahun 1989 bersama dengan Dadan Waradia. Berikut salah satu papan menarik yang memperlihatkan kemampuan Keng Hien.

                        ♠  9542

                        ♥  J10

                        ♦  QJ105

                        ♣  J72

 

                        ♠  KQ83

                        ♥ A6

                        ♦  K432

                        ♣  KQ53

 

Continue reading “Memori Indah 2002”