335

Memori Indah 2002

Tulisan berikut adalah memori yang indah bagi kami anggota Geologi Bandung yang berhasil mempersembahkan juara antar klub di Palembang tahun 2002 lalu. Tahun itu memang tahunnya Geologi karena pada ajang Antar Klub Asean di tahun itu Geologi juga merebut mahkota juara.

Pertama adalah ulasan dari buletin yang terbit sore itu, yang cukup singkat dan padat.

GEOLOGI MENCATAT SEJARAH

Diambil dari :

Buletin Kejurnas 2002, Minggu pagi, 14 Juli 2002

Tim Penyusun : Bert Toar Polii dkk.

 

Regu Geologi Bandung mencatat sejarah dengan menorehkan namanya menjadi juara Kejurnas Antar Klub setelah di final berhasil menundukkan Patimura Bridge Club. Kemenangan Geologi Bridge Club terasa indah karena dalam perjalanan merebut tangga juara mereka berhasil menundukkan dua tim favorit juara, yaitu Prasetya Sulut dan Patimura Jakarta.

Klub dibawah pimpinan Wimpy S. Tjetjep yang mengutamakan pembinaan jangka panjang bukan prestasi “artificial” atau prestasi jangka pendek kini mulai menuai hasilnya. Klub yang eksis berkat loyalitas tinggi dari anggotanya kini telah mencatatkan diri sebagai salah satu klub bridge yang harus diperhitungkan. Kemenangan klub ini juga tidak lepas dari penampilan gemilang sang komandan yang juga Dirjen Geologi dan Sumber  Daya Mineral. Bersama Ajat Abdurojak, Wimpy S Tjetjep menjadi “goalgetter” baik saat melawan Prasetya Sulut maupun Patimura.

Berikutnya adalah tulisan profil pemain Geologi yang dimuat di Buletin Bridge Jabar edisi Agustus 2002 

 

Profil Pemain Geologi

Juara Kejurnas Antar Klub 2002

 

Tahun 2002 adalah tahun prestasi bridge Jawa Barat umumnya dan Geologi khususnya ketika klub ini berhasil membuat prestasi fenomenal menjadi juara Nasional antar klub tahun 2002 yang berlangsung di Palembang sejak 10 hingga 14 Juli lalu.

Dari catatan sejarah sejak berdirinya Gabsi, baru kali ini lah klub di bawah naungan Pengda Gabsi Jawa Barat berhasil memboyong juara Nasional antar klub, suatu kejuaran paling bergengsi di tanah air. Selama ini klub-klub Jawa Barat selalu tersandung di babak semifinal, dan paling-paling hanya menjadi juara ketiga.

Kemenangan Geologi kali ini sangat mengagumkan dengan berhasil menyisihkan dua klub tangguh, yaitu Prasetya Sulut, beberapa kali juara Nasional yang diperkuat oleh andalan Indonesia, Hengky Lasut dan Eddy Manoppo di babak semifinal dan.Pattimura Jakarta, yang juga merupakan beberapa kali juara antar klub  nasional di babak final.  

Bila menilik hasil yang dicapai oleh Geologi sejak babak enam belas besar, maka kita harus kagum. Semua lawan dibabat habis dengan selisih paling kurang 25 imp. Dolphin Jakarta di babak 16 besar dikalahkan Geologi dengan selisih lebih dari 50 imp hanya dalam 16 papan, Unocal Kaltim di babak 8 besar juga ditekuk dengan selisih 30 imp dari 20 papan.  Di babak semifinal Prasetya Sulut dikalahkan dengan 25 imp dari 20 papan dan di final Pattimura Jakarta juga dihantam Geologi dengan selisih 37 imp dari 24 papan.

Untuk merayakan kemenangan kali ini, kali ingin menampilkan profil pemain Geologi yang ikut berlaga di Kejurnas kali ini.

 

1. Dr. Wimpy S. Tjetjep.

Semua pemain Jawa Barat, pasti kenal dengan yang satu ini. Kendati sibuk dengan pekerjaannya sebagai Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral (GSDM), pak Wimpy, ketua Pengda Gabsi Jabar, masih menyempatkan diri untuk datang ke Palembang. Kelebihan utama pak Wimpy adalah semangatnya yang menyala-nyala dan tidak takut siapapun lawan yang akan dihadapi. Dalam penentuan pemain dalam babak semifinal, pak Wimpy mencocokkan karakter pemain kita dengan pemain lawan. Pak Wimpy sendiri memilih duduk satu tirai dengan Eddy Manoppo. Dengan kocekan-kocekan dalam penawaran pak Wimpy berhasil mencuri dua game dari pasangan andalan Indonesia ini sehingga pada setengah session pertama, kita telah unggul 18 imp. Untuk melihat kepiawaian pak Wimpy, berikut satu partai dari Palembang ketika si Boss menjadi deklerer pada kontrak 4H.

 

                        UTARA

                        ♠  876

                        ♥ K932

                        ♦ J4

                        ♣ A987

 

                        ♠  AK92

                        ♥  J1065

                        ♦  KQ3

                        ♣  K5

 

Menerima lead club, pak Wimpy sebagai deklerer tidak pernah mencabut truf sekalipun! Setelah memaksa A, pak Wimpy kemudian melakukan cross ruff, dan kontrak dengan pasti dipenuhi.

 

2. Adjat Abdurodjak

 

Adjat adalah pemain PON Jawa Barat tahun 2000. Selama di Palembang dia bergonta-ganti pasangan dengan Parpar Priatna dan Syahrial Ali. Sewaktu pak Wimpy datang, pemain ini sudah tidak bisa istirahat karena dia adalah partner tetap pak Wimpy. Adjat terkenal dengan penawarannya yang agresif dan skill individu yang tinggi. Mari perhatikan satu analisa yang tajam dari Adjat pada kontrak 3NT berikut ini:

Dealer West, Vuln: None

                        ♠  AQ754

                        ♥  987

                        ♦  K3

                        ♣  872

 

                        ♠  K93

                        ♥  J63

                        ♦  AQ10

                        ♣  KJ53

 

Pada tangan ketiga Timur buka dengan 3D, Adjat di Selatan memilih pass. Pak Wimpy di Utara melakukan balancing dengan 3S. Adjat dengan tepat memilih menawar 3NT dari pada 4S. Barat lead Club, dan setelah memenangkan ♣Q Timur dengan King, Ajat kemudian cash ♠K dan ketika Timur jatuh ♠10, Adjat pada trik berikutnya melakukan double finesse ♠J Barat dan mengantongi 9 trik. Ketika ditanyakan kenapa dia bermain demikian, berikut alasannya. Timur pre-emptive dengan hanya kepala Jack, maka diyakini Timur pegang 7 lembar diamond. Dan sesuai aturan restricted choice dan juga vacant places, maka Barat lebih berpeluang pegang ♠J dari pada Timur. Selamat buat Adjat. Yang lebih mengagumkan lagi, di meja sebelah kontrak kontrak 3D pada arah Timur-Barat.berhasil diselesaikan dengan baik.

 

3. Ong Keng Hien

 

Mantan pemain Nasional ini tentunya tidak lagi diragukan kemampuannya. Sejak tahun 2002 ini membina pasangan dengan Very Pangkerego. Prestasi mereka adalah menjuarai selekda untuk pembentukan tim Pengda ke kejuaraan antar propinsi dengan selisih yang cukup signifikan.  Keng Hien pernah menjadi juara Nasional pasangan terbuka Nasional pada tahun 1989 bersama dengan Dadan Waradia. Berikut salah satu papan menarik yang memperlihatkan kemampuan Keng Hien.

                        ♠  9542

                        ♥  J10

                        ♦  QJ105

                        ♣  J72

 

                        ♠  KQ83

                        ♥ A6

                        ♦  K432

                        ♣  KQ53

 

 

Selatan sebagai dealer buka 1NT, yang di pass sekeliling. Keng Hien menerima lead 6 dan memainkan Q dari dummy dan menang. Bagaimana selanjutnya? Seperti terlihat, apapun yang dimainkan deklerer, kontrak tidak bisa diselamatkan karena akan kalah sekurangnya 3 trik As dan 4 trik heart. Menyadari hal ini, Keng Hien langsung memainkan J dari Utara dan ketika Timur kecil Selatan ikut kecil dan ternyata menang! Deklerer kemudian beralih ke warna Club dan kontrak sudah tidak bisa digugurkan. Suatu gertak sambal yang sangat indah dari Keng Hien.  Selama di Palembang, Keng Hien bermain dengan 3 orang partner, Parpar, Syahrial Dan Very.

 

4. Parpar Priatna

 

Mantan juara Catur Jawa Barat ini juga berhasil membuktikan prestasinya di cabang olahraga otak lainnya bridge. Bersama Adjat, menjadi salah satu andalan tim PON Jabar tahun 2000 lalu. Dengan partner yang sama, dia pernah menjadi runner-up pasangan nasional pada tahun 1997 lalu. Kegemaran Parpar adalah mengutak atik system penawaran, yang salah satunya ditampilkan pada edisi Bulletin bridge Jawa Barat. Berikut salah satu partai yang dimainkan oleh Parpar.

UTARA

♠  Q632

♥  void

♦  KQJ1053

♣  AJ5

 

SELATAN

♠ AK105

♥ Q1085

♦ A92

♣ 76

Parpar  dari arah Selatan, membawakan kontrak grand slam, 7S. Kontrak tinggal buka kartu dengan lead , tapi sayang lawan mulai dengan K, bagaimana anda mengeksekusinya? Hal ini disebabkan karena kesusahan entry dalam meneruf dua kali heart. Parpar menemukan solusinya. Menang dengan A di meja dia main AA dan heart ruff. Kemudian naik dengan spade dan ruff lagi heart dengan Q. dan finesse S. Suatu penyelesaian yang manis dari Parpar.

 

5. Very Pangkerego

 

Dari namanya, pria ini memang bukan berasal dari tatar Sunda, tetapi ia dilahirkan dari daerah Sulawesi Utara tepatnya di kota Manado pada 3 Juli 1965, dan menghabiskan masa mudanya disana. Anak muda ini kemudian melanjutkan pendidikannya di Bandung dan akhirnya menyelesaikan kuliahnya di NHI. Merasa tertantang bahwa daerahnya adalah gudang pemain bridge nasional, pada tahun 1990 dia pun mulai tekun mempelajari bridge. Taufik Asbi (kini pemain Nasional) dan Syahrial Ali adalah dua nama yang ikut menempanya sewaktu ikut bergabung dengan klub ESC Bandung pimpinan Mas Arief.

Setelah gagal dalam seleksi pemilihan pemain untuk PON 1996, Very terus bergiat untuk menempa diri dengan target masuk tim Jabar pada PON empat tahun berikutnya. Tekadnya ini akhirnya kesampaian, bahkan 2 putaran sebelum seleksi selesai dia telah memastikan tempat dalam tim dan sisa satu putaran telah memastikannya sebagai juara seleksi!. Ambisinya yang kuat dan semangatnya yang menyala-nyala telah memberikannya segudang prestasi. Kehadirannya kini disegani lawan. Puncak presatsinya ialah menjuarai kejuaraan bridge pasangan campuran Nasional sewaktu Kejurnas tahun 1999 di Jakarta bersama dengan Hayati (Pemain PON putri Jabar 2000) yang kini menjadi isterinya.

Di samping kemampuan teknis yang cukup memadai, keistimewaan lain dari Very kemampuan untuk mencari  “sang Nyonya”. Jika ada papan yang mengharuskan  potong dua arah, atau adanya pilihan drop or finesse, hampir 90% dia akan menemukannya dengan benar. Suatu insting yang tidak dipunyai oleh semua pemain hebat.

Berikut, satu partai dari Geologi Cup III yang memperlihatkan kematangan permainan Very.

 

UTARA

 

 

♠  J1032

 

 

♥  QJ4

 

 

♦  A5

 

 

♣  QJ54

 

BARAT

 

TIMUR

♠ 964

 

♠ 87

  K1032

 

♥  974

♦  94

 

♦  K10862

♣ 10982

 

♣  AK3

 

SELATAN

 

 

♠  AKQ5

 

 

♥  A85

 

 

♦  QJ73

 

 

♣  76

 

 

Pada tangan ke tiga, Timur buka dengan 1D (standard) dan Very yang duduk di Selatan overcall 1NT, Utara langsung kebut ke 3NT. Barat seperti diminta keluar dengan 9, Utara kecil dan Timur dengan baik sekali bermain 6, suatu sinyal berminat. Setelah menang dengan J, Very kemudian melanjutkan lagi  ke As untuk memainkan Q, yang dimenangkan Barat dengan K (sebetulnya Barat bisa mempersusah dengan melakukan tundaan pada trik ini). Lanjutan 10, Q dan dimenangkan Timur dengan K. Timur kemudian kembali bermain pasif dengan menyerang Spade. Very kemudian memainkan semua kartu menangnya di warna major dan tercapailah posisi akhir sebagai berikut (Timur masih harus diskad),

 

UTARA

 

 

 

 

 

 

♦  

 

 

♣  J54

 

BARAT

 

TIMUR

TIDAK

 

PENTING

 

 

 

♦  K10

 

 

♣  A3

 

SELATAN

 

 

♠ 

 

 

 

 

 

♦  Q7

 

 

♣ 7

 

 

Seperti terlihat, Timur dalam posisi yang serba salah, apapun yang dibuangnya, Very akan memainkan warna itu dan memperoleh trik kesembilannya, apakah dari Q atau J. Selamat untuk Very dan semoga maju terus.

 

6. Syahrial Ali

 

Di antara anggota tim Geologi, inilah satu-satunya pemain yang masih berpredikat master Nasional. Pernah memperkuat Jabar pada dua PON terakhir, namun selalu tersandung di  semifinal. Sebetulnya sejak tahun lalu, pemain ini sudah kurang aktif bermain, lebih banyak memfokuskan diri pada melatih. Dia kini juga giat mengembangkan olahraga bridge di kantornya, PT INTI.

Rial lebih antusias dengan defense. Seperti pernah ditulis Kikik Hikmat, Rial adalah pemain yang teoritis. Kelemahan utama dari pemain ini adalah daya konsentrasinya yang tiba-tiba terganggu atau istilah rekan-rekannya krasak-krusuk.

Berikut satu persoalan defense yang menunjukkan semangat tinggi Syahrial kendati kontrak amat rendah, level satu.

 

 

 

TIMUR

 

 

♠  5

 

 

♥ 74

 

 

♦ KJ1062

 

 

♣ KJ543

 

SELATAN

 

 

♠  4

 

 

♥ K853

 

 

♦  Q9873

 

 

♣ Q106

 

Barat pada tangan pertama buka dengan 1S, Utara pass, Timur dengan cerdik juga pass, demikian juga Rial di Selatan. Parpar di Utara lead A dan kemudian ♣A dan club. Deklerer menang dengan ♣K dan melanjutkan dengan 4, Selatan kecil, deklerer 6 dan Utara menang dengan 9. Karena adanya ancaman ruff heart di meja, Utara kembali ♠ 6, yang dimenangkan deklerer dengan ♠ 10. Gagal mendapatkan trik dengan meneruf heart deklerer kemudian memainkan D tapi Utara ruff dan kembali Q. Deklerer menang dengan HA dan memainkan lagi heart. Utara ikut dengan J. Syahrial di Selatan menghitung distribusi dan berkesimpulan bahwa Utara pegang 6 lembar truf sehingga akan kena end-play. Untuk menghindari ini, Syahrial overtake dengan HK dan kembali heart ke 10 deklerer yang di ruff oleh Utara. Utara kini bisa exit dengan club sehingga ♠Q-nya bisa mendapatkan trik ke tujuh untuk defender.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *