362

Problem Bidding

 
Pada sebuah latihan, kami mendapatkan pegangan sbb: ♠ AKQJ1043 ♥ void ♦ A654 ♣J3 dan mendengar partner membuka penawaran dengan 1H. Apa yang ada dalam pikiran anda?
 
Sesuai dengan teori bidding, ketika partner membuka penawaran kita harus bisa memperkirakan pada zona apa kontrak minimal akan berakhir, part score kah, game, slam atau malah grand slam.
 
Hampir semua kita mengetahui bahwa ada beberapa magic number dalam bridge yakni 25, 29, 33 dan 37. Bilangan tersebut adalah patokan baku jumlah HCP untuk suatu kontrak. 25 adalah kontrak game di NT atau major, 29 game di minor, 33 slam dan 37 grandslam. Pengalaman mengatakan bahwa magic number hanya berlaku pada pegangan balans dan tidak berlaku jika pegangan anda tidak seimbang. Dengan HCP yang lebih sedikit kontrak lebih tinggi kadang bisa dicapai.
 
Dengan janjian sistem precision 1H (11-17), anda dan pasangan berada pada zona game, bahkan mungkin slam karena kartu anda yang tidak seimbang. 
 
Misalkan penawaran berlangsung sbb:
Anda      Partner
              1H
1S          2D
3C 1)     3D
 
Tawaran 3C adalah game forcing yang memaksa partner agar penawaran tidak boleh berhenti sebelum game dicapai.  
 
Tawaran 3D partner menyatakan pegang 5-5 di warna merah, dan pastinya minimum, jika tidak partner pasti sudah loncat dari tadi.
 
Apa langkah anda selanjutnya?
Fit sudah ditemukan, tetapi apakah anda ingin main di D atau spade?
 
Apa yang anda bid berikutnya? 3S atau 4D?
Misalnya anda bid 3S, yang menyatakan saya mau main di spade dan ada peluang slam. Jika tidak ada peluang slam kan anda akan langsung tutup 4S.
 
Atas tawaran 3S anda partner bid 4S.
Apa yang ada dipikiran anda?
Wow… partner pegang 2 kartu spade, atau 2551. Kontrak 6S rasanya aman. Dengan singleton club, paling jelek anda harus finesse diamond. Atau malah mungkin grandslam. Eksplorasi pun dimulai.
 
Tetapi tunggu dulu, apa betul partner singleton club?
Apa yang di bid partner bila dia pegang kartu berikut ini:
♠x AKQxx Kxxxx ♣Qx
♠x KQJxxx KQJxx ♣xx 
 
Saya pikir dengan terpaksa parner akan mendukung spade karena ketiadaan stopper club. Jadi tawaran dukungan langsung ke 4S disini bisa jadi hanya selembar!!!
 
Terus kalo atas 3S, partner bid 4C apa artinya?
Saya setuju kalo ini ada bantuan 2 kartu spade dan ada kontrol club. Jika ini yang terjadi, anda yang berinisiatif menjajagi slam.
 
Tapi seberapa kuat kah tawaran 4C itu? Bisakah dilakukan dengan pegangan minimum spt: ♠9x AJxxx KQJxx ♣x ? Mungkin ini bahan diskusi partnership masing-masing.
 
Bagaimana kalau kita menawar 4D, setuju diamond sebagai truf.
Misalkan partner bid 4H (Cue) dan anda Cue Spade, dan partner bid 5D.
Apa yang anda lakukan?
 
Kenyataan di lapangan adalah, pegangan partner adalah ♠9x AJxxx KQJxx ♣x. Haruskah dia menawar 5C dengan hanya 11 point?
 
Atas tawaran langsung partner ke 5D, berarti tidak ada kontrol di suit club, ya kontrak harus berakhir di level 5, tapi 5 apa, diamond atau spade. 
5D bisa mati lho jika kalah 2 trik club dan 1 trik diamond. 
5S juga bisa mati, namun ini tergantung dari kualitas diamond dan heart partner.
Jika diamond partner bagus, 5D dan 5S bikin.
Tetapi jika diamond partner jelek, misal hanya K saja, maka loser diamond bisa dibuang dari heart, jika heart partner bagus.
Saya akan memilih koreksi ke 5S. 
Bagaimana dengan anda?
 
Oh ya cerita belum selesai. Jika anda koreksi ke 5S, partner tentu akan bingung. Truf yang disetujui adalah diamond, tetapi ketika dia tutup kontrak game, kok kita malah menawar lagi suit sendiri. Mudah-mudahan partner mengerti kesulitan kita dan mengambil kesimpulan dengan benar sehingga tercapai kontrak terbaik.
 
Dari cerita ini terlihat betapa banyaknya diskusi yang harus kita lakukan agar mendapatkan pengertian yang sama dengan partner….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *