342

Good Play But Not Good Score

 
Dalam sebuah latihan dengan sistem penilaian top botoom beberapa tahun lalu di Bandung. Kami harus menyelesaikan game 4S berikut setelah melalui penawaran:
1D(U)-pass-1S-pass-2S-pass-4S semua pass.
 
♠Kxxx
♥Kxxx
♦J10

♣KJ10x
 
♠AQxx
♥8x
♦A843

♣A43
 
Barat memulai permainan dengan ♥3, bagaimana rencana anda?
 
Setelah berpikir sejenak, deklerer kemudian main ♥x dari dummy. Timur menang dengan ♥Q dan kemudian cash ♥A.
Pada trik ke-3, Timur beralih ke ♦2.
Bagaimana rencana anda?
 
Dari cara defense Timur, kelihatannya dia pegang doubleton heart dan mencari penangkap ke partnernya untuk ruff heart. Namun semua situasi terjaga baik sehingga aman bagi deklerer untuk bermain kecil.
 
Barat menang dengan ♦K dan pada trik ke-4 kembali ♦7, dan deklerer memenangkan ♦Q timur dengan ♦A..
 
Bagaimana rencana anda selanjutnya?

Jika spade rata, sudah ada 9 trik, 5 trik truf, 1 trik heart, 1 trik diamond dan sedikitnya 2 trik club.
 
Trik 10 mungkin bisa di diamond bila ♦9 jatuh setelah meneruf sekali diamond. Jika tidak muncul masih bisa didapat dengan melakukan finesse club ke arah yang benar.
 
Berbekal rencana ini deklerer pun mencabut truf 2 kali kedua lawan ikut dan seketika menyadari bahwa ruff diamond dua kali mungkin juga sukses jika yang 4 kartu diamond pegang 3 kartu truf. Namun karena mengerti ilmu prosentase cara main ini diabaikan deklerer. Finesse club memiliki peluang yang jauh lebih baik. Truf ketiga dimainkan Timur ikut dan berakhir di Selatan.
 
Ruff diamond, namun ♦9 masih tetap belum jatuh.
Bagaimana rencana anda selanjutnya? Finesse club kemana?
Asumsi kita untuk distribusi kartu lawan adalah:
Barat 2533 dan Timur 3244. Dengan demikian finesse akan dilakukan ke arah……. Timur..
Secara prosentase honor ada di jumlah kartu terpanjang. Karena club Timur lebih panjang dari Barat maka Timur lebih berpeluang pegang ♣Q dari pada Barat.
Tapi Timur sudah memperlihatkan 9 point? Timur kan mungkin saja pegang 11 point dan tidak bias overcall.
 
Namun tiba-tiba terlintas di pikiran, kenapa tidak bermain double squeeze aja. Barat menjaga heart, sementara Timur menjaga diamond sehingga tak seorang pun mampu menjaga club.
 
Inilah posisi kartu setelah ruff diamond ti dummy.
 
                            U
                          ♠  –
                          ♥ K9
                          ♦
                          ♣ KJ10
 
B                                                          T
♠ –                                                        ♠ –
♥ J10                                                   ♥  –
♦ –                                                        ♦ 9
♣ XXX(Q?)                                         ♣ XXXX(Q?)
 
                        ♠ X
                        ♥ –
                        ♦ 8
                        ♣ AXX
 
Posisi ♣Q belum jelas ada dimana, Barat atau Timur.
 
Kemudian deklerer cash ♥K dan di tangan buang selembar club. Ke tangan dengan ♣A, kedua lawan ikut. Saatnya memainkan squeeze card kartu pemeras, truf terakhir.
 
Barat harus menjaga heart sehingga terpaksa melepaskan penjagaan di warna club, dummy kini diskad H9. Giliran Timur yang kesulitan. Buang ♦9, maka ♦8 deklerer akan tua dan menjadi trik ke 10. Terpaksalah dia membuang club. Dengan demikian club menjadi trik ke-10 tak peduli siapa yang pegang sang nyonya. Ketika beberapa hari kemudian partai ini dimasukkan di koran “Pikiran Rakyat” Bandung oleh sdr Kikik Hikmat, kami baru menyadari bahwa ♣Q ternyata dimiliki oleh Barat.
 
Senang sekali sewaktu berhasil menyelesaikan kontrak ini dengan baik namun hasilnya tidak sebagus pasangan yang memilih kontrak 3NT karena mendapatkan ♣Q serta ada  tambahan trik dari ♥K sehingga kontrak plus satu.
 
 
 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *