558

OPINI – Ferdy Waluyan

Dalam buletin hari ke-4 PON XIX Jabar, Pak Guru demikian dia biasa dipanggil menulis tentang kecurangan dalam olahraga bridge, Mengingat tulisan ini sangat bagus maka atas izin pak guru, tulisan ini kami muat disini.

♠ ♥ ♦ ♣

Belum lama berselang, World Bridge Federation (WBF) menjatuhkan sanksi membatalkan regu senior Jerman sebagai juara dunia kategory senior tahun 2013 dan sanksi skorsing kepada beberapa pemain kenamaan di Eropa karena terbukti bermain curang (cheating).

Keputusan WBF ini dilakukan melalui pembuktian tidak terbantahkan (karena ternyata tidak ada bantahan) yang dilakukan oleh personel-personel yang ahli, setelah penyelidikan yang seksama dalam kurun waktu yang panjang.

Secara pribadi tindakan WBF ini sangat mengejutkan, karena ternyata dilakukan oleh pemain-pemain kenamaan dengan prestasi dunia.

Sebagai insan Bridge, selayaknya kita perlu memberikan perhatian serius terhadap masalah cheating ini. Masalahnya adalah ini tidak hanya masalah pribadi/perorangan dari terkena sanksi, tetapi juga menyangkut nama baik bangsa & negara. Disamping itu, masalah cheating ini akan memberi kesan negatif terhadap masyarakat luas bahwa olah raga Bridge adalah olah raga yang penuh dengan kecurangan dan bukan gentleman game. Efek sampingnya cukup jelas yaitu mengurangi niat masyarakat untuk bermain atau menekuni Bridge.

Ini tentu akan menghambat usaha memasyarakatkan olah raga bridge yang harus kita akui masih kurang popular, meskipun pemain-pemain Indonesia sudah berprestasi tingkat dunia, open team 2 kali runner-up di olimpiade, category senior runner-up dan juara III, H. Lasut – Eddy M. juara dunia pasangan senior, regu putri runner-up Venice Cup tahun 2011 dan juara III Olimpiade tahun 2015.

Usaha pro-aktif tentu dapat dilakukan P.B. GABSI melalui berbagai macam cara, antara lain :

– Segera menindaklanjuti jikalau ada gejala/laporan mengenai pemain yang diduga melakukan kecurangan. Caranya dengan penjelasan yang bersifat edukatif dan persuasif. Dengan dasar berpikir positif, karena harus diakui bahwa masih ada pemain pemula yang tidak mengetahui mana yang legal dan illegal.

– Melalui para pembina dengan jelas ditekankan bahwa seluruh aksi (bidding dan play) harus berdasar pada sistim & konvensi dan alasan yang logis. ini adalah bahasa komunikasi di olah raga Bridge.

– Menyebarluaskan edaran WBF tentang peraturan baru.

Dengan positive-thinking, selayaknya kita semua insan Bridge secara proaktif dengan hati nurani yang bersih memajukan olah raga Bridge dengan baik dan benar, agar berprestasi lebih balk lagi di tingat dunia demi nama baik bangsa & negara Indonesia.

♠ ♥ ♦ ♣

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *