Problem Defense Yang Menarik

 

Pada pertandingan nomor pasangan Piala Bupati Tangerang beberapa minggu lalu ada sebuah papan menarik terutama dari sisi defense.
Penawaran dimulai dari Utara dengan 1D, dan berlangsung sbb:
Utara    Timur     Selatan     Barat
Noly      Reky      Giovani    Uyun
1D         pass       1H           pass
1S          pass       2C*         pass
2D         pass       3NT

 

Persoalan pertama, apakah yang akan anda lead dari Barat dengan pegangan  ♠ Q54 ♥ K4 ♦Q843 ♣ J942.
Uyun di Barat memulai permainan dengan ♣ 2 fourth best dan inilah kartu dummy dan Barat
                            Utara
                            ♠ 1087x
                            ♥ x
                            ♦ AKJxxx
                            ♣ Q10

 

Barat
♠ Q54
♥ K4 
♦ Q843  
♣ J942.

 

Ya, utara buka penawaran hanya dengan 10 point. Jika saya duduk di Utara, kemungkinan besar akan buka juga…. hehehe satu perguruan.

 

Atas ♣ 2 Anda, Giovani sebagai deklerer memainkan ♣10 dan ternyata menang.
Lama sekali Gio berpikir sebelum akhirnya memainkan kecil ke arah ♦10 di tangan. Timur ikut dengan ♦2.

 

Apakah yang akan anda lakukan di Barat, menang dengan ♦Q atau main kecil?
Dari cara bermain deklerer, terlihat sekali bahwa ada persoalan entry. Kenapa deklerer menyerah begitu saja di warna diamond, padahal perhitungan skor adalah top bottom. Satu hal yang pasti adalah kontrak belum aman.

Continue reading “Problem Defense Yang Menarik”

Si Flamboyan Zia Mahmood

 

Zia, nama ini begitu melegenda. Ya, dia adalah pe-bridge profesional yang lahir di Pakistan di benua Asia, bukannya di Eropa atau Amerika yang gudangnya pemain bridge hebat, pada 7 Januari 1946. Sekolah di Inggris dari umur 16 hingga 21 tahun dan mendapat gelar akuntan dari  the Institute of England and Wales dan menghabiskan waktu selama 3 tahun mengelola jaringan surat kabar keluarganya di Pakistan. Dia juga pernah tinggal selama 18 bulan di Abu Dhabi mengembangkan bisnisnya.
Zia Mahmood menikah dengan Lady Emma dan mempunyai dua anak lelaki Zain dan Rafi,

 

Zia mencapai ketenaran dalam dunia bridge dengan sangat cepat. Pada tahun 1981 dia memimpin tim Pakistan yang tidak begitu dikenal dunia bridge keluar sebagai juara kedua Bermuda Bowl, sebuah ajang bridge paling bergensi di dunia dalam nomor beregu terbuka.
Lima tahun kemudian (1986) Zia kembali memimpin team Pakistan lagi-lagi keluar sebagai juara kedua Rosenblum, sebuah tournament besar tingkat dunia yang membuat namanya dikenal luas oleh para pecinta bridge dunia.

 

Dalam bukunya, Bridge, My Way, dia menceritakan bahwa dia mengenal bridge sudah agak terlambat yakni pada umur 22 atau 23 tahun. Ini juga disebabkan karena dia tertarik akan seorang wanita yang cantik di perusahaan tempat dia bekerja. Dia kemudian mendalami bridge dan 2 bulan kemudian dia malah lebih mencintai bridge daripada wanita itu.

 

Pencapaian Zia antara lain:
-5x kali menjadi player of the year (1991,1996,2000,2005, 2012) yakni pemain yang paling banyak mendapatkan master point pada tahun tersebut.
-Beberapa kali juara pasangan internasional (Cap Volmac, Cap Gemini (3x), Life Master Pairs(4x), dll) dan hebatnya dia bermain dengan partner yang berbeda-beda
-Bermuda Bowl 2009, Transnational Mixed Team 2004 dan 2014 serta Senior Bowl 2015.
-dan segudang prestasi lainnya

 

Pada awalnya dia selalu bermain dengan Masood Salim (Pakistan) diikuti oleh Michael Rosenberg, dan Bob Hamman dan beberapa pemain lainnya. Terakhir dia bermain dengan Jeff Meckstroth di tim nasional senior USA.

 

Sewaktu rame kasus RADAR GELAP tahun lalu, Zia sangat geram dengan hal itu. Zia bahkan mengusulkan adanya semua rekaman video untuk semua pertandingan tingkat dunia. Saya mungkin bisa menang lebih banyak jika mereka tidak menggunakan kecurangan itu celotehnya.

 

Untuk melihat kehebatan Zia, mari perhatikan partai berikut ini ketika melawan pasangan Indonesia Jasin – Munawar (papan diputar untuk kenyamanan).

Continue reading “Si Flamboyan Zia Mahmood”

Kesasar Pada Pilihan Kontrak Yang Sulit

 

Pada sesi ke-4 babak final Telkom Indonesia Open 2016 kemaren, anda dihadapkan apda persoalan bidding dan play berikut ini.
Selatan   Barat    Utara     Timur
2C          pass      2H          pass
2S          pass      3D          X
pass       pass      3H          pass
?
Apa yang akan anda bid dengan pegangan berikut ini:  ♠ AQ7x  ♥9 ♦ K7   ♣ K109876 ?

 

Ini semata-mata pilihan anda. Anda bisa bid 3NT, tentunya jika partner tidak ada dukungan club. Anda bisa bid 4H jika heart partner bagus atau anda bisa rebid 4C dengan harapan partner bisa memilih 4H atau 5C.
Semua pilihan ini rasanya beralasan.

 

Di meja kami, Selatan bid 3NT. Kami mendarat pada sebuah kontrak yang sangat menantang dan sesuai instruksi Barat memulai permainan dengan ♦8.
Inilah kartu dummy dan anda.

 

UTARA
♠ K9x
♥ AQ108xx
♦ J10
♣ AJ

 

Selatan
♠ AQ7x
♥ 9 
♦ K6   
♣ K109876

 

Ketika melihat dummy, ada rasa kecewa diwajah anda karena kontrak 4H dengan gampang bisa dipenuhi dan juga kontrak 5C berpeluang besar masuk.
Bagaimanakah rencana anda ketika Timur ikut dengan ♦Q?
Bagaimanakah pembagian diamond? Melihat lead Barat, kemungkinan besar Timur memegang 7 lembar diamond, kecuali Barat lead paling besar dari pegangan 3 kartu tanpa honor.

 

Seperti biasa anda akan menghitung jumlah trik pasti. 3 di suit spade, 1 di heart, 1 di diamond dan 2 di suit club, baru ada 7 trik.
Jika spade terbagi rata, sudah ada 8 trik sehingga hanya dibutuhkan satu trik lagi agar kontrak selamat.
Jadi bagaimana rencana anda?

Continue reading “Kesasar Pada Pilihan Kontrak Yang Sulit”

Bols Tips: Chagas, Saya Suka Finesse

chagas2013

Tidak mudah, Anda mungkin berpikir, tinggal dan bekerja di Brazil, dan menjadikan diri terkenal serta masuk jajaran  setengah lusin pemain top di dunia, Gabriel Chagas, telah melakukan ini hanya dalam waktu beberapa tahun, bermain sebagian besar dengan Pedro Paulo Assumpcao.

 

Chagas masih 23 tahun ketika ia pertama kali muncul di panggung dunia bridge di Deauville, Olimpiade Bridge 1968. Setelah mewakili Brasil dalam berbagai Bermuda Bowl, ia memenangkan Olimpiade bridge beregu di Monte Carlo pada tahun 1976 dan diikuti dengan penampilan yang luar biasa di acara tahunan, Sunday Times Pair, menang dengan margin besar pada tahun 1979.

 

Gabriel sebenarnya memegang gelar master di bidang matematika dan fasih berbahasa Portugis, Spanyol, Italia, Perancis dan Inggris, akrab dengan Jerman, Rusia dan Jepang, dan mampu memahami Swedia, Belanda, Ibrani, Hungaria, Tagalog (!), Arab, Islandia, dan beberapa orang lainnya. Ia adalah master bridge yang paling sukses dalam hal linguistik; dengan tampilan yang serius tapi ramah, ia juga merupakan salah satu yang paling populer.

 

Sarannya pada Bols Tips Competition berjudul ‘Saya suka finesses’.
Finesse dikategorikan sebagai kemahiran dengan derajat rendah, tetapi kadang-kadang membutuhkan cukup banyak imajinasi. Hal ini terutama berlaku untuk intra-finesse – drama yang saya sangat suka. Diagram ini menunjukkan salah satu jenis umum dari intra-finesse:

 

       Q 8 5 3
J 7                K 10 4
      A 9 6 2

 

Penawaran telah memberikan Anda ide yang cukup baik dari tata letak suit  ini. Agar hanya 1 loser disini, Anda bermain kecil ke arah dummy dan memainkan angka  8! Timur akan menang dengan 10 tetapi kemudian Anda akan menyebrang ke dummy  dan memainkan sang nyonya, menyeret  jack Barat. Nah, ini adalah Intra-finesse.

 

Berikut adalah intra-finesse dalam permainan.
             ♠ Q 9 2
             ♥ 6 5 4
             ♦ A Q 3
            ♣ K 8 4 3

 

♠ 10 6                         ♠ K J 7
♥ 10 9 8 2                   ♥ A K QJ
♦ 5 4                           ♦ 10 9 7 6
♣ 10 9 7 5 2                ♣ Q J

 

             ♠ A 8 5 4 3
             ♥ 7 3
             ♦ K J 8 2
             ♣ A 6

 

Selatan bermain 4S setelah Timur membuka penawaran 1NT kuat. Barat memulai permainan dengan ♥10  dan Selatan Ruffs heart ketiga. Mengetahui bahwa Timur memiliki ♠K, Selatan memainkan spade kecil kearah 9, untuk ♠J Timur.

Continue reading “Bols Tips: Chagas, Saya Suka Finesse”