157

Misplay These Hands With Me

Almarhum Terence Reese, mungkin adalah penulis bridge terbesar sepanjang masa. Dia memperkenalkan gaya penulisan “over-the-shoulder’ dalam bukunya yang terkenal “Play These Hands with Me“. Sementara Mark Horton juga penulis bridge dari England, mengunakan gaya penulisan yang sama dan mengarahkan pembaca ke logika pemikiran cara bermain untuk beberapa papan yang instruktif. Setelah permainan selesai sang expert menyadari bahwa dia bisa memberikan cara main yang lebih baik dan biasanya menyelamatkan kontrak. Papan-papan dalam bukunya diambil dari event-event bergengsi. Buku Mark Horton tersebut diberi judul seperti judul artikel ini.

Papan berikut ini juga dibahas oleh Mark Horton dan terjadi di kejuaraan dunia ke 54 yang baru saja berakhir di Lyon France. Papan ini mungkin saja akan masuk di jilid 2 buku dia, kalo memang ada lanjutannya.
Setelah dibujuk untuk mengakhiri masa pensiun untuk turun di kejuaraan dunia di Lyon, papan awal berlalu tanpa insiden, dan kemudian saya mendapatkan pegangan distribusional berikut ini: 

♠A K 10 8 ♥J ♦K J 9 8 6 5 3 ♣7

Sebagai dealer dengan kondisi semua bahaya. saya buka  1D dan partner menjawab dengan 1H. Timur melakukan double dan saya menawar warna baru dengan bidding 1S. Ketika partner menawar 2C yang dalam janjian kami game forcing, saya semula ingin meloncat ke 3D, tetapi dengan adanya double Timur saya urungkan niat karena takut pembagian kartu yang pincang dan hanya menawar 2D. Partner kemudian support 3D.  Janjian kami, kita hanya cue dengan 1st round control, tapi bukannya bid 3S, saya malah bid 4D, ketika partner cuebid 4H, saya bid 4NT RKCB dan partner menjawab 5NT yang dalam janjian kami menyaakan 2 KC dan ada void. Ini pasti spade, saya pun menutup kontrak 6D . 

 

Berikut adalah tawaran kami yang panjang tersebut.
Barat Utara Timur Selatan
—      —      —       1D
Pass  1H      Dble   1S
Pass  2C*     Pass    2D
Pass  3D      Pass    4D
Pass 4H*     Pass    4NT*
Pass 5NT*   Pass    6D
semua Pass

 

Barat memulai dengan ♦2 dan partner memberi saya kartu yang bagus:

 

Dummy
♠ –
♥ A 10 9 7 3 2
♦ A Q 4

♣ K 6 4 2

 

Deklerer
♠ A K 10 8
♥ J
♦ K J 9 8 6 5 3

♣ 7

 

Ketika saya memainkan ♦4 dimeja, Timur diskad ♣5.
Bagaimana cara memainkan kontrak ini?
Papan ini dimainkan pada sesi 9 babak kualifikasi Bermuda Bowl, Venice Cup dan dan Dórsi Trophy. Semua deklerer yang memainkan kontrak 6D dan menerima lead ♦2 gagal menyelesaikan kontrak ini.
Apakah anda punya solusi yang lebih baik dari mereka?

 

Banyak deklerer tidak menganalisa penawaran yang terjadi.
Ingat lho, Timur melakukan take out double dan ternyata void di diamond.
Bagaimanakah kira-kira distribusi Timur?
Kemungkinan besar sih, 4405, atau 4306.
Rasanya tidak mungkin 5305 karena Timur bisa overcall 1S atas 1H Utara.
Jika demikian halnya, bagaimana anda mengeksekusi kontrak ini.

 

Yang terjadi di meja adalah lead diamond dimenangkan di tangan, ruff spade, ♥A dan heart ruff, Barat ikut dengan ♥K. Ruff spade lagi. Ketika anda ruff heart lagi, Barat overruff dan kembali club dan kontrak pun gugur.
 
Mark Horton menyarankan atas ♦4 meja sebaiknya dibiarkan menang dan kemduian memainkan ♣K karena kemungkinan besar Timur pegang kartu ini dari penawarannya. Sarannya yang lain adalah menang di tangan dan memainkan club kecil ke arah King. Menurut kami cara terakhir inilah cara terbaik memainkan kontrak ini. Kontrak aman dimana pun posisi ♣A. Jika ♣A di Timur anda bisa ruff dua kali spade sembari menciptakan jembatan yang aman (heart ruff dan club ruff). Jika ♣A di Barat anda hanya perlu ruff sekali spade.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *