255

Dari Arena APBF Youth 2019…(3)

Perhelatan 23rd APBF Youth 2019 telah berakhir bulan lalu di Bangkok Thailand dengan Indonesia berhasil membawa pulang satu medali emas dari nomor Girls dan satu medali perunggu dari nomor Juniors, serta satu medali perak dari nomor pasangan. Bukan hanya itu Indonesia juga meloloskan 3 timnya ke kejuaraan dunia Youth 2020 nanti, yakni nomor Girls, Juniors dan Kids. Selamat.

Indonesia Girls bermaterikan Vila Rosa-Fortina M Sibuea, Fransisca Tri Martanti-Monica Ayu Triana dan Rachma Shaumi-Roro Jofani Tunggadewi. Pada kesempatan kali ini kami ingin menyoroti penampilan “pasangan ketiga” Rachma Shaumi-Roro Jofani Tunggadewi. Roro-Rachma adalah pasangan yang lolos sebagai peringkat ke-3 seleknas, namun selama di Bangkok pasangan ini tampil sangat apik dan meraih butler tertinggi dari seluruh peserta Girls lainnya yakni 0,925/papan dari total 160 papan. Akibat penampilannya yang demikian, NPC memainkannya selama 3 sesi babak final.

Roro-Rachma membina partnership sejak 2017 lalu dan selalu rajin berlatih. Bergabung dengan Klub ACR pimpinan Kelik Irwantono, mereka difasilitasi untuk berhadapan dengan para pemain yang lebih kuat. Akibat tempaan tersebut mereka kini maju dan menjadi andalan tim girls Indonesia.

Berikut sebuah partai yang dimainkan oleh Roro di babak final sesi ke-3 APBF Youth yang menambah keunggulan tim Indonesia.

Di tangan pertama Roro membuka penawaran dengan 1H, dan tanpa gangguan mereka mendarat pada kontrak 4H.

Barat memulai permainan dengan ♦A dan inilah kartu dummy dan deklerer (kartu diputar untuk kenyamanan)

Dummy
♠ KQJ8
♥ 642
♦ J103
♣ A52

Deklerer
♠ 94
♥ AKJ1095
♦ Q6
♣ Q98

Barat kemudian melanjutkan dengan ♦K. Setelah berpikir sejenak, Barat kemudian beralih ke club. Roro dengan terpaksa bermain kecil dari dummy dan setengah kaget menang dengan ♣Q atas ♣J Timur.

Bagaimana anda melanjutkan permainan ini?

Roro kemudian cash ♥A dan kedua lawan ikut serta.
Lama deklerer berpikir sebelum akhirnya dia memainkan spade ke arah dummy.

Timur menang dengan ♠A dan menyerang club.
Menang di dummy dengan ♣A, Roro kemudian main heart dan finesse sehingga kontrak dipenuhi. Tepuk tangan supporter Indonesia bergema di ruang vugraph.

Sewaktu makan malam merayakan kemenangan pelatih menghampiri Roro dan menanyakan kenapa dia melakukan finesse heart?
Begini Om, ceritanya.
Mulanya saya teringat akan aturan “8 Ever, 9 Never”. Jumlah kartu truf berdua 9 lembar dan hilang Queen, secara aturan itu saya harusnya drop.
Tetapi setelah saya pikirkan lagi, aturan bridge kan full of exception. Barat sudah memperlihatkan 10 HCP, kalo dia ada queen heart,artinya pegang 12 point seyogianya dia melakukan aksi karena kondisi papan yang tidak bahaya. Makanya saya finesse.

Di meja lain, defense berjalan dengan 3x putaran diamond.
Deklerer melakukan drop sehingga kontrak gagal.

Ekspert di Selatan kebanyakan akan melakukan finesse kendati Barat memainkan 3x diamond jika lawannya juga ekspert. Lho, kenapa?
Defender yang bagus pasti mengetahui apakah akan serang club atau tidak.
Ketika Barat tidak serang club, artinya dia mendapat sinyal tidak mendukung club dari Timur, sehingga deklerer pun menempatkan Barat pegang ♣K.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *