The 13th Problem

The 13th Problem

 
 
Pada tahun 1998 lalu di Lille France  berlangsung kejuaraan bridge antar klub dunia Rosenblum Cup. Dan sebelum event utama dimulai, selama 2 hari berturut-turut diadakan Jean Besse Par Contest sebuah event yang menguji kemahiran anda dalam declarer play. Sebanyak 34 jago-jago bridge dunia ikut berlomba dalam event tersebut.
 
Aturan mainnya adalah sebagai berikut:
Ada sebanyak 12 deals yang harus anda selesaikan masing-masing 45 menit untuk setiap soal. Anda bermain seperti menyelesaikan Problem Bridge Master yang terkenal itu. Total skor anda untuk satu papan maksimal adalah 2,000 point. Skor ini akan berkurang sesuai dengan berjalannya waktu. Juga ketika anda melakukan kesalahan. Diperbolehkan mengulang sebanyak dua kali (boleh salah 2 kali) untuk menyelesaikan problem ini. Setiap hari hanya memainkan 6 papan sehingga event ini baru selesai setelah 2 hari.
 

Michael Rosenberg. partnernya Zia memenangi event ini, ketika pimpinan klasemen hingga sesi ke-3 Balicki (POLAN) tercecer pada 3 papan terakhir. Sementara itu Zia Mahmood tidak tercantum di 18 besar sekalipun.

 
Namun demikian, Zia kemudian memperlihatkan kepiawaiannya sebagai deklerer ketika bisa menyelesaikan papan berikut ini, dimana deklerer gagal memenuhinya. Papan ini dia juluki sebagai Problem no 13, karena dia mengeksekusinya dengan ide yang berasal dari analisa Pietro Bernasconi atas soal-soal PAR Contest.
 
Penawaran berlangsung sbb:
 
Zia   Barat    Rosenberg   Timur
1S       X              XX             1NT
2H     pass         2S                 pass
3H     pass         4S                 X
semua pass
 
Barat memulai permainan dengan ♦4 dan inilah kartu dummy dan deklerer.
 
 Dummy
 ♠ A 4 3
 ♥ J 7
 ♦ Q 5 2
 ♣ K J 8 4 2 
 
Deklerer
 ♠ K J 9 8 6 2
 ♥ A 10 9 8 2
 ♦ –
 ♣ Q 10
 
Atas ♦2 dari dummy, Timur ikut dengan ♦9, bagaimana rencana anda?
 
Asumsi apa yang anda buat dalam menyelesaikan kontrak ini?
Salah satu asumsi yang dibuat oleh Zia adalah Timur memegang semua empat kartu spade yang ada di luar.
 
Zia kemudian memainkan ♣10 yang langsung diterkam barat dengan ♣A dan kembali diamond. Bagaimana rencana anda?
 
Silakan cocokkan rencana yang anda buat dengan yang dilakukan Zia Mahmood, jagoan bridge dunia asal Pakistan pada video berikut.
 
 
Selamat menonton, ditunggu komentar rekan2 semua, like dan sharenya. Kalo subscribe kan sudah harus ya….
 

Rencana Cadangan Yang Matang

Deklerer yang baik tentu membuat perencanaan yang matang akan kontrak mereka. Rencana dasar akan dia buat sementara rencana cadangan dia persiapkan jika terjadi sesuatu. Demikianlah yang dipersiapkan oleh pemain muda berbakat dari Nowegia Espen LIndqvist.

Papan berikut ini terjadi pada babak final nomor pasangan open Kejuaraan Dunia tahun 2014 lalu di Sanya China. Pada tangan ketiga Espen Lindqvist di

Selatan dengan sistem penawaran natural membuka penawaran dengan 1D, Barat overcall dengan 1H. Utara memberikan dukungan dengan 2D, Timur melakukan X informasi, memberitahukan ada sesuatu. Lindqvist kemudian loncat ke 4C, splinter, dan Utara menutup kontrak 5D.

Dalam kondisi semua bahaya, penawaran berlangsung sbb:
U T S B
pass pass 1D 1H
2D X 4C pass
5D semua pass

Barat membuka permainan dengan ♠10 dan inilah kartu dummy dan deklerer.
DUMMY
♠ J2
♥ 106
♦ Q974

♣ A6543

LINDQVIST
♠ A763
♥ AQ93
♦ AK1086
♣ –

Bagaiamna rencana anda?
Seperti terlihat ada 3 loser spade, satu sudah pasti, dua lagi bisa anda ruff di meja. Sedangkan heart, ada 1 loser, dan 1 lagi dibuang dari ♣A dan satu lagi bisa di ruff di dummy dengan ancamanan di overruff oleh Timur.

Jadi rencana yang utama adalah meneruf dua kali spade di dummy. Dengan Barat panjang di suit heart, ada peluang dia pendek di spade. ruff dua kali spade adalah rencana yang masuk akal.

Espen membiarkan trik pertama dan memenangkan lanjutan spade ketika Timur ikut dengan King.
Apakah langkah anda selanjutnya?

Akankah mencabut sekali truf, ataukah langsung meneruf spade?
Persiapkan rencana cadangan anda, jika misalnya Barat yang panjang spade!
Bagaimana semua itu dilakukan oleh Espen Lindqvist dapat anda saksikan dalam video berikut ini, MEET THE MASTER – ESPEN LINDQVIST. Permainan brilian dengan perencanaan yang matang ini dihadiahi best declarer play pada tahun 2015 lalu oleh IBPA.