Balancing is losing?

 

Balancing adalah posisi penawaran dimana jika pemain ini pass maka penawaran pun berakhir. Misalkan penawaran berlangsung 1D pass pass dan jika pemain ke-4 pass melakukan tawaran pass juga maka penawaran pun berakhir. Banyak teori yang dilakukan untuk posisi ini, misalnya balancing bid, balancing double dan menawar NT, semuanya dengan kekuatan yang umumnya lebih lemah daripada posisi tawaran langsung.

 

Terus apakah balancing hal yang bagus atau jelek?
Perhatikan beberapa papan dalam event PON XIX lalu di Bandung.
Pada posisi kita bahaya lawan aman, anda membuka penawaran dengan 1D dengan pegangan ♠ K83 ♥85 ♦ AKQ1086 ♣53, lawan sebelah kiri overcall dengan 2C yang di pass sekeliling dan tinggal giliran anda, apakah anda akan balancing atau tidak?

 

Erwin yang duduk di posisi opener berkesimpulan ada sesuatu yang tidak beres. Dan mumpung perhitungan top-bottom, tawaran minor tidaklah menghasilkan skor yang bagus apalagi cuma partscore, dia pun menawar pass. Kontrak 2C selalu masuk 5 atau game tidak bisa mati dan lebih dahsyatnya lagi kontrak slam 6H tidak bisa mati. Jika saja Erwin melakukan balancing dengan 2D seperti yang banyak dilakukan pemain lain, maka Taufik akan menawar 2H sehingga fit langsung didapat dengan partner.

 

Papan ini memberikan nilai top muthlak untuk pasangan Erwin-Very yang meraih medali perunggu pasangan putra. Kartu lengkap lawan adalah ♠6 ♥ AKJ7 ♦4 ♣ AKJ10972 dan ketemu dengan ♠ A1092 ♥ 1096432 ♦ J3 ♣8.

 

Papan berikut ini terjadi pada permainan Beregu.
Pada kondisi semua bahaya, lawan sebelah kiri membuka dengan 1D, tawaran ini di pass sekeliling, tinggal anda dengan pegangan berikut ini: ♠ J42 ♥ 10642 ♦ Q ♣A10975.

 

Distribusi yang cocok untuk melakukan take out double kendatipun dengan point yang kurang. Tetapi harus diingat juga kenapa partner tidak melakukan overcall dengan pegangan yang lebih dari opening hand (ingat lawan sebelah kiri anda tidak mampu merespon). Kemungkinan besarnya adalah partner pegang suit diamond, yang bila anda take out partner akan dengan senang hati pass. Tetapi siapkah anda mendefense kontrak lain dilevel satu?

 

Jika saja anda pass, anda akan mendapatkan skor sedikitnya +300 sebuah skor yang sangat bagus. Jika anda double, lawan lari ke 1H yang tidak bisa mati.  Kartu lengkap partner adalah ♠Q9xx ♥KQ ♦AK107xx ♣x. Dalam hal ini balancing adalah salah.

 

Papan ketiga terjadi pada babak final segment ke-3. Penawaran berlangsung normal. Lawan sebelah kiri anda buka dengan 1D precision, partner pass lawan sebelah kanan 1S yang dinaikan ke 2S dan di pass sekeliling. Apakah yang anda lakukan dengan pegangan ♠xx ♥QJ1092 ♦xx ♣KQ75? Baik Robert Tobing dari DKI maupun Youbert Sumaraw dari Jatim melakukan balancing bid 3H yang dinaikkan partner ke 4H. Dan kontrak berhasil dipenuhi. Dalam hal ini balancing bid adalah tindakan yang tepat.

 

Demikianlah beberapa contoh balancing bid yang gagal dan sukses. Jadi balancing tidak selalu sukses atau selalu gagal, namun harus dilakukan pada saat yang tepat. Keputusan yang tepatlah yang membawa anda kepada kemenangan.