Susahnya Defense

 

Bridge mempunyai tiga aspek utama yakni penawaran (bidding), permainan (the play of the card, declare), dan pertahanan (defense). Dari ketiga aspek tadi, pertahanan lah yang kelihatannya paling susah.

Pada babak kualfikasi beregu PON XIX Jawa Barat kemaren, pada sesi terakhir yang menentukan bagi kedua tim, anda dihadapkan pada persoalan defense berikut ini.

Sebelumnya, beginilah jalannya penawaran.

Kondisi semua bahaya, Delarer Utara.

U T S B
1H p 2C 1) p
2D p 2N p
3D p 3S p
3N p p p

1) tawaran 2C selatan bersifat forcing to game dan tidak berhubungan dengan club.

Setelah menganalisa penawaran, Barat memulai permainan dengan ♠5 dan berikut adalah kartu dummy dan anda.

Utara
♠7
♥AK1052
♦K10742
♣98
Anda
♠J8654
♥J8
♦Q65
♣K43

 

Atas lead spade anda, partner memainkan ♠Q, yang dimenangkan oleh ♠A oleh deklerer. Deklerer kemudian melanjutkan dengan ke King dan main lagi dan partner diskad ♣6. Belum didapat info apakah ini berminat atau tidak. Setelah lama berpikir, akhirnya deklerer memainkan ♦J dari tangannya.

Bagaimana selanjutnya?

Mari kita analisa dulu. Dimanakah ♠K? Dengan fit 9 lembat di warna diamond, kemungkinan besar lawan memegang double stopper di warna spade. Lagi pula jika hanya pegang ♠A saja, kebanyakan deklerer akan melakukan tundaan di warna spade. Jadi, deklerer pegang ♠AK dan ♦AJ. Dengan demikian deklerer sudah mempunyai 2 trik spades dan 4 trik diamond, serta 2 trik heart yang terpampang di meja. Sudah 8 trik.

Jadi bagaimana selanjutnya? Continue reading “Susahnya Defense”