Boye Brogeland, Sang Pionir Anti Kecurangan

Boye Brogeland adalah seorang pemberani dan sportif. Prestasinya di dunia bridge cukup mengagumkan dengan meraih 3 podium Bermuda Bowl termasuk medali emas di Shanghai tahun 2007 dan beberapa podium di NABC Championship Amerika.

 
Brogeland lahir tahun 1973 di Moi, suatu kota kecil sekitar 100 km selatan Stavanger di Norway bagian selatan. Ibunya seorang guru dan  sang ayah bekerja di pusat pemotongan hewan. Boye diajari bridge oleh kakeknya pada umur 8 tahun dan sudah jatuh cinta pada bridge pada umur segitu. Boye menyelesaikan pendidikan sarjananya di  Norwegian School of Economics. Boye menikah dan punya 2 anak, 12 dan 3 tahun. Dia mempunyai majalah bridge sendiri, menulis artikel bridge di Dagbladet dan menjadi anggota tim nasional Norwegia sejak tahun 1996.

 

Pada tahun 2015, Boye Brogeland menjadi terkenal dengan kampanye anti kecurangan dalam bridge. Kampanye dimulai ketika dia menyadari ada yang tidak beres dengan kopelnya, pemain Israel Lotan Fisher dan Ron Schwartz. Dia mendengar rumor adanya pertukaran informasi menggunakan tangan yang memberikan keuntungan sepihak kepada mereka. Berkopel dengan Schwartz and Fisher, mereka telah memenangkan July 2014 Spingold, November 2014 Reisinger dan Jacoby Open Swiss Teams pada bulan March 2015.

 

Setelah investigasi mendalam, Boye dengan gagah berani mempublikasikan temuannya. Pada Agustus 2015 Boye meregistrasi sebuah domain,  bridgecheaters.com, tempat dia memperlihatkan semua bukti pertukaran informasi ilegal yang dilakukan pasangan Schwartz dan Fisher dengan menggunakan penempatan papan dan baki.

 

Bukti yang disodorkan Brogeland diperkuat oleh beberapa anggota bridgewinners.com, salah satu bridge forum yang besar. Sebuah tim sukarela melakukan investigasi ratusan jam video dari beberapa pertandingan untuk menemukan bukti kejanggalan permainan pasangan Schwartz–Fisher dan pasangan lain yang dicurigai.

 

Fisher dan Schwartz terbukti bersalah dan dilarang bermain di semua European Bridge League sejak May 2016 selama lima tahun, dan mereka tidak boleh berpasangan lagi seumur hidup. Sangsi yang sama diberikan kepada pasangan Fantoni-Nunes pada  July 18, 2016.  Pasangan lain yang dicurigai adalah pasangan top German Alex Smirnov–Josef Piekarek (dihukum 6 tahun) dan pasangan Polandia  Cezary Balicki–Adam Żmudziński.

 

Bila anda membaca situsnya Boye, bridgecheaters.com, anda akan menemukan sebuah kecurigaan Boye yang dialamatkan kepada salah satu pasangan Indonesia. Belum ada klarifikasi pasangan mana yang dimaksud.

 

Atas keberanian dan prestasinya, Boye Brogeland dianugerahi sebagai Bridge Personality of the Year 2015 oleh International Bridge Press Association.

 

Untuk melengkapi artikel tentang Boye, perhatian permainan ciamik dari Boye untuk kontrak berikut ini, yang terjadi bulan Maret kemaren di Spring NABC Championship 2017.

 

Untuk anda, saya tampilkan semua kartu secara terbuka. Ingat ya, Boye melakukannya dengan kartu timur-barat yang tertutup.
Dlr: East
Vul: None
Bd: 30
                                  ♠ J 8 7 4
                                  ♥ A
                                  ♦ A 8 2
                                  ♣ A 9 8 5 2

 

♠ K 10 6 5 2                                         ♠ A Q 9 3
♥ 5                                                      ♥ K 9 7 4 3 2
♦ Q 10 6 3                                            ♦ 9
♣ J 6 3                                                 ♣ 10 4

 

                                ♠ —
                                ♥ Q J 10 8 6
                                ♦ K J 7 5 4
                                ♣ K Q 7

 

Barat      Utara        Timur  Selatan
Bathurst Lindqvist   Lall      Brogeland
                                1♥           Pass
1NT (1)   Pass          2♠           3♦
Pass        5♦            Pass        Pass
Dbl         All Pass
(1) 5-plus spades.

 

Barat memulai permainan dengan ♠2 (3/5), ke As Timur yang di ruff deklerer. Sudahkah anda punya rencana permainan?

Continue reading “Boye Brogeland, Sang Pionir Anti Kecurangan”

OPINI – Ferdy Waluyan

Dalam buletin hari ke-4 PON XIX Jabar, Pak Guru demikian dia biasa dipanggil menulis tentang kecurangan dalam olahraga bridge, Mengingat tulisan ini sangat bagus maka atas izin pak guru, tulisan ini kami muat disini.

♠ ♥ ♦ ♣

Belum lama berselang, World Bridge Federation (WBF) menjatuhkan sanksi membatalkan regu senior Jerman sebagai juara dunia kategory senior tahun 2013 dan sanksi skorsing kepada beberapa pemain kenamaan di Eropa karena terbukti bermain curang (cheating).

Keputusan WBF ini dilakukan melalui pembuktian tidak terbantahkan (karena ternyata tidak ada bantahan) yang dilakukan oleh personel-personel yang ahli, setelah penyelidikan yang seksama dalam kurun waktu yang panjang.

Secara pribadi tindakan WBF ini sangat mengejutkan, karena ternyata dilakukan oleh pemain-pemain kenamaan dengan prestasi dunia.

Sebagai insan Bridge, selayaknya kita perlu memberikan perhatian serius terhadap masalah cheating ini. Masalahnya adalah ini tidak hanya masalah pribadi/perorangan dari terkena sanksi, tetapi juga menyangkut nama baik bangsa & negara. Disamping itu, masalah cheating ini akan memberi kesan negatif terhadap masyarakat luas bahwa olah raga Bridge adalah olah raga yang penuh dengan kecurangan dan bukan gentleman game. Efek sampingnya cukup jelas yaitu mengurangi niat masyarakat untuk bermain atau menekuni Bridge.

Ini tentu akan menghambat usaha memasyarakatkan olah raga bridge yang harus kita akui masih kurang popular, meskipun pemain-pemain Indonesia sudah berprestasi tingkat dunia, open team 2 kali runner-up di olimpiade, category senior runner-up dan juara III, H. Lasut – Eddy M. juara dunia pasangan senior, regu putri runner-up Venice Cup tahun 2011 dan juara III Olimpiade tahun 2015.

Usaha pro-aktif tentu dapat dilakukan P.B. GABSI melalui berbagai macam cara, antara lain :

– Segera menindaklanjuti jikalau ada gejala/laporan mengenai pemain yang diduga melakukan kecurangan. Caranya dengan penjelasan yang bersifat edukatif dan persuasif. Dengan dasar berpikir positif, karena harus diakui bahwa masih ada pemain pemula yang tidak mengetahui mana yang legal dan illegal.

– Melalui para pembina dengan jelas ditekankan bahwa seluruh aksi (bidding dan play) harus berdasar pada sistim & konvensi dan alasan yang logis. ini adalah bahasa komunikasi di olah raga Bridge.

– Menyebarluaskan edaran WBF tentang peraturan baru.

Dengan positive-thinking, selayaknya kita semua insan Bridge secara proaktif dengan hati nurani yang bersih memajukan olah raga Bridge dengan baik dan benar, agar berprestasi lebih balk lagi di tingat dunia demi nama baik bangsa & negara Indonesia.

♠ ♥ ♦ ♣