Logika Bridge

Dalam seleksi pemilihan pemain untuk pra PON muncul sebuah papan dengan penawaran berlangsung singkat sbb:

S B U T
1NT Pass 2C Pass
2S Pass 4S semua Pass

1NT = 15-17 HCP

Partner memulai dengan lead ♦2 (3/5) dan inilah kartu dummy dan anda di Timur.

UTARA
♠ KJ87
♥ K6
♦ 875
♣ KJ95
TIMUR
♠ Q53
♥ 10873
♦ J1085
♣ A2

Deklerer menang dengan ♦K dan belum sempat anda berpikir, deklerer telah memainkan ♠10 yang anda menangkan dengan ♠Q.

Bagaimana rencana defense anda?

Dengan melihat kekuatan dummy, anda merasa deklerer kurang happy dengan kontraknya. 3NT mungkin lebih superior dari 4S, namun anda harus memanfaatkan itu.

Sebagai defender yang baik anda coba-coba mereka-reka point deklerer. Dengan 11 point di dummy, partner maksimal hanya 7 point. Apa saja yang anda butuhkan agar kontrak mati?

Anda bisa setup trik di diamond bila partner lead dari Queen. Namun baru ada 3 trik. Tapi jika partner ada Queen, maka deklerer akan buang loser diamond dummy dari ♥Q deklerer.

Tetapi coba perhatikan cara main deklerer. Bayangkan jika anda sebagai deklerer, apakah anda akan langsung finesse spade jika anda pegang ♠ AK 8 lembar berdua dan hanya hilang sang nyonya? Jawabannya dalam banyak kasus tidak. Dengan demikian anda sudah dapat pastikan bahwa partnerlah yang pegang ♠A. Nah disinilah logika bridge anda melakukan fungsinya.

Kalo begitu, anda sudah ada 4 trik dengan memainkan ♣A dan club. Sewaktu partner menang dengan ♣A, dia akan kembali club yang anda ruff. Jadi dalam defense, kita harus juga membayangkan bagaimana kita bermain jika seandainya kita yang duduk sebagai deklerer. Dari sana muncullah logika defense anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *