Dari Arena Pasangan Online

Iseng-iseng berhadiah dengan mempengaruhi deklerer

Partai berikut terjadi di babak semifinal Kejuaraan Nasional Pasangan Online. Penawaran berlangsung singkat tanpa gangguan lawan.
Selatan membuka penawaran dengan 1D precision, yang dijawab Utara dengan 1S dan Selatan rebid 2D dan di pass sekeliling.

Anda memulai permainan dengan ♥2 dan inilah kartu dummy dan anda.

   DUMMY
♠ KQ76
♥ 103
♦ 1093
♣ K1092
Anda (BARAT)
♠ AJ105
♥ Q762
♦ Q54
♣ Q3

Anda memulai permainan dengan ♥ 2, deklerer main ♥3 dan menangkan ♥K partner dengan ♥A. Dengan cepat deklerer memainkan spade, yang anda tangkap dengan ♠A.

Sejenak berpikir anda kemudian cash ♥Q, deklerer jatuh ♥J.
Anda kemudian mereka-reka point deklerer, ♥AJ dan ♦ AJ dengan ♣J atau ♦AK(J). Distribusi deklerer gak jelas, bisa 6 kartu diamond atau 5 kartu diamond dan 4 kartu heart.

Bagaimanapun jika deklerer pegang ♣J tetap akan finesse ♣Q anda dan anda pun dengan tenang kembali ♣Q. Partner menang dengan ♣A dan cash ♣J dan meneruskan club yang anda ruff.

Sudah didapat 5 trik, apa langkah anda selanjutnya? Continue reading “Dari Arena Pasangan Online”

PENGELABUAN

Dalam dunia bridge banyak cara legal yang bisa dilakukan untuk mengelabui lawan. Misalnya berpura-pura pegang singleton, memperlihatkan distribusi yang salah, menang dengan kartu yang tidak seharusnya dan lain sebagainya. Tetapi ingat semuanya harus legal. Jika anda berpikir lama padahal tidak ada apa-apa, maka tindakan semacam ini adalah TIDAK LEGAL.

Permainan mengelabui lawan berikut ini diperlihatkan oleh Erwin Lienanda salah seorang pemain dari Jawa Barat. Partai ini terjadi pada awal tahun 2000an dalam sebuah turnamen besar di Jakarta.

Penawaran berlangsung singkat:

1NT (15-17)    –   2D

2H                  –   3D

3NT

Barat memulai permainan dengan ♠6 dan inilah kartu dummy dan deklerer.

DUMMY
♠ 10
♥ AQJ102
♦ J985
♣ 986

DEKLERER
♠ AQ5
♥ K3
♦ A10764
♣ Q5

Selatan membuka penawaran dengan OFF-SHAPE, 5422.

Bagaimana rencana anda untuk mendapatkan 9 trik? Continue reading “PENGELABUAN”

Partai Dari Seleknas… (2)

Pada berikut ini terjadi pada ajang seleknas mixed 2019 kemaren.

Melalui penawaran yang cukup panjang dibawah ini, kontrak akhir didapat yakni 4S.

U   T      S   B
1C pass 1D pass
1H pass 1S* pass
1NT pass 2H pass
2S pass  2NT pass
4S semua pass

1S= 0-4; 1NT=20-21

Kartu diputar sedemikian rupa demi kenyamanan.

UTARA
♠ A63
♥ AQ9
♦ A654
♣ AK3

TIMUR
♠ Q109
              ♥ KJ6
              ♦ 103
♣ Q10872

Pemain junior U26 Indonesia Elsya menjadi deklerer dan mendapat lead yang menguntungkan, yakni diamond kecil. Ketika Timur ikut dengan 10, Elsya menang dengan J.

Sistem penawaran telah membuat semua rahasia negara terbuka di meja. Tentunya dengan ini defense anda di Timur akan lebih gampang.

Setelah menang trik pertama, deklerer kemudian main spade kecil di dua tangan. Barat menang dengan ♠ J. Barat kemudian serang club dengan kembali ♣4 (3/5).

Deklerer menang dengan ♣A dan cash ♠ A, barat ikut dengan ♠ K. Deklerer melanjutkan dengan diamond ke arah ♦K dan diamond ke A. Apa yang anda lakukan sebagai Timur?

Jika anda berhitung, Selatan sudah memperlihatkan 4 point. Mungkin masih ada 1 point lain, ♣J, mungkin juga tidak. Bagaimana rencana defense anda?

Bagi yang sudah mengetahui bahwa Barat pegang 3 kartu club, yakin bahwa kendati ada ♣J di Selatan, pasti hanya 2 kartu, dengan gampang Timur bisa kembali ♣Q untuk pin ♣J Selatan. Jadi bagaimana defense anda?
Continue reading “Partai Dari Seleknas… (2)”

Menyelamatkan Partner

Persoalan defense membutuhkan kerjasama yang baik antar pemain bertahan. Adakalanya anda harus mengikuti rencana defense partner untuk menggagalkan kontrak. Di lain kesempatan anda harus mencegah agar partner tidak membuat kesalahan dengan bermain sangat gamblang, misalnya langsung mengembalikan suatu suit sehingga partner terpaksa menang.

Lain lagi dengan yang terjadi pada papan ini. Dalam kondisi semua aman penawaran berlangsung sbb:
S     B      U      T
1C   pass 1S     pass
2NT pass 3NT    semua pass

*) standard amerika, 18-19 HCP

Memegang kartu berikut, ♠ 874 ♥ 87 ♦J1054 ♣ AQ102, anda memilih ♣2 sebagai kartu pembuka. Dan inilah kartu dummy dan deklerer.
           UTARA
           ♠ KQ104
           ♥ 654
           ♦ Q762
           ♣ 43

BARAT
♠ 874
♥ 87
♦ J1054
♣ AQ102

Lead anda ternyata jitu, partner menang dengan ♣ K.
Kemudian dia kembali ♣8 yang ditindih deklerer dengan ♣9, yang anda menangkan dengan ♣10. Anda cash ♣Q, partner setelah berpikir sejenak membuang ♦3.

Bagaimana rencana defense anda?
Continue reading “Menyelamatkan Partner”

Hadiah Yang Tidak Ku Harapkan

Selamat Tahun Baru 2019M, semoga tahun ini adalah tahun prestasi bridge Indonesia.

 

Menyambung postingan terakhir tentang IBPA Award, sekarang kita menampilkan best defence of the year 2018.

 

Artikel ini ditulis oleh Liam Milne (Australia) dan judulnya adalah “Hadiah Yang Tidak Ku Harapkan“.  Tulisan ini menggambarkan bagaimana logika defense yang baik. Cobalah anda menutup kartu Timur (deklerer) dan Selatan (partner). (red).

 

Ketika seseorang pada akhirnya harus memberi sesuatu pada deklarer, sering kali tepat memberikannya sesegera mungkin. Terkadang konsesi awal akan datang pada saat yang tidak nyaman untuk lawan Anda.

 

Board 27. Dealer South. Neither Vul.
                 ♠ K 10 9 7 6 5 2
                 ♥ J
                 ♦ J 6 4
                 ♣ K J
 ♠ Q                                ♠ J 8 3
 ♥ 5 4                              ♥ A K Q 10 7 3 2
 ♦ K Q 10 9 3                 ♦ A
 ♣ Q 10 4 3 2                 ♣ 9 8
                 ♠ A 4
                 ♥ 9 8 6
                 ♦ 8 7 5 2
                 ♣ A 7 6 5

 

West North East South
–        –        –      Pass
Pass  3♠      4♥    Pass
Pass  Pass

 

Papan ini dari the 2018 North Island Teams di New Zealand.
Selatan (Michael Ware) membuka permainan dengan ♠A. Dengan singleton di meja, Utara / Selatan bermain suit preferensi pada trik satu, jadi Utara (GeO Tislevoll) memainkan dua spade untuk memberi sinyal club. Ware selanjutnya memainkan ♣ A dan ♣ 5 untuk King Utara. Dengan tiga trik
di tangan, Tislevoll berhenti untuk mempertimbangkan situasi. Mari kita berpikir bagaimana menggagalkan kontrak dari semua informasi yang sudah kita ketahui.

 

Partner sudah pernah pass dan sudah memperlihatkan 2 As. Tidak mungkin dia pegang ♦A juga.  Jika partner pegang trik di suit truf, kontrak akan mati dengan sendirinya apapun jalan main deklerer.

 

Berapa banyak club yang dimiliki partner dan deklerer? Sepertinya partner memiliki empat klub dan deklerer punya dua, tetapi mungkin saja partner pegang doubleton. Jika demikian, kita harus berharap partner punya trik truf. Jika tidak ada trik truf, asumsikan partner pegang 4 lembar club.

 

Bagaimana dengan spade? Dengan empat lembar spade, partner pasti akan menawar empat spade, dan dengan tiga kartu ia sering akan mendorong ke empat spade, karena mengetahui bahwa ada fit sepuluh kartu truf. Selain itu, jika deklerer hanya memiliki satu spade yang tersisa, sulit untuk mendapatkan trik ke-empat.

 

Mengingat kurangnya prospek di suit minor, apakah ada peluang untuk mempromosikan trik di warna truf? Ya: jika partner tidak memiliki spade yang tersisa, kita cukup memainkan spade, dan partner akan dapat meneruf di depan dummy dengan heart lebih tinggi dari lima. Tetapi tak perlu kan terburu-buru untuk melakukan ini? Tidak juga. Jika deklerer memiliki distribusi 4 = 6 = 1 = 2, kita dapat memainkan apa saja. Deklerer tidak dapat menjalankan diamond, karena terblokir, dan dia harus bermain spade sendiri. partner bisa meneruf sebelum dummy dan mengembalikan truf, dan kita akan membuat dua spade lagi nanti.

Continue reading “Hadiah Yang Tidak Ku Harapkan”